Cegah Karhutla dan Lindungi Citra Sawit

Sebagian daerah sentra sawit nasional khususnya di Sumatera dan Kalimantan sedang memasuki musim kemarau yang bisa potensial mempermudah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun musim kering tahun ini tidak separah tahun lalu, kewaspadaan seluruh pelaku sawit disentra sawit perlu ditingkatkan untuk mencegah sekecil apapun terjadinya karhutla.

600x

Akal sehat mengatakan adalah tidak mungkin pemilik/karyawan kebun sawit melakukan pembakaran yang menyebabkan kerugian besar bagi dirinya. Kewaspadaan pada kemungkinan tejadinya karhutla disekitar kebun sawit maupun lahan konsesi yang tidak ditanami sawit, dimaksudkan agar kebun sawit jangan jadi korban karhutla. Sebab ada indikasi kuat, LSM anti sawit beserta jaringannya di daerah sentra sawit masih gentayangan mencari-cari kesempatan untuk memprovokasi dan menggunakan tangan lain untuk melakukan pembakaran lahan dan hutan sekitar kebun sawit apa lagi diketahui lahan kosong adalah konsesi suatu perkebunan sawit. Harap diwaspadai bahwa LSM anti sawit akan berbuat apa saja untuk menciptakan karhutla sekitar kebun sawit untuk “dijual” ke donor mereka di luar negeri.

Untuk itu, perusahaan dan petani sawit perlu mengimplemtasikan sistem pencegahan dan mendaratkan brigade karhutla yang dimiliki disekitar kebun sawit. Jejaring intilijen karhutla di sekitar kebun sawit segera diturunkan agar dapat diantisipasi sedini mungkin rencana jahat provokator karhutla. Selain itu, sistem dokumentasi video, camera foto juga tak kalah pentingnya dipersiapkan agar dapat mendokmentasi kejadian-kejadian jika terjadi karhutla.

Tentu saja, partisipasi pelaku sawit dalam gerakan cegah karhutla yang dilakukan pemerintah daerah sangat penting. Sebagaimana selama ini, pelaku sawit perlu selalu menempatkan diri sebagai bagian solusi dan garda terdepan untuk mencegah terjadinya karhutla.

Sistem cegah karhutla berlapis seperti itu yakni pada level daerah terdapat gerakan bersama pemerintah daerah cegah karhutla dan pada level kebun sawit/konsesi terdapat sistem dan brigade cegah karhutla, akan efektif mencegah karhutla. Sistem ini juga dapat mempersempit ruang gerak LSM anti sawit melakukan tindakan sabotase.

Mengingat presiden sudah menginstruksikan agar tidak terjadi karhutla, maka pemerintah juga harus proaktif. Selain melalui BNPB pusat dan daerah, jajaran Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan harus membangun sistem cegah karhutla kawasan hutan negara di seluruh Indonesia. Hal ini penting diingatkan karena selama ini kasus kebakaran terbesar adalah pada kawasan hutan negara.

Demikan juga Badan Restorasi Gambut perlu menunjukkan kehadiranya dan memastikan bahwa tidak ada lagi gambut yang terbakar di Indonesia. Jika ternyata nanti masih ada gambut yang tebakar maka akan menentukan kelanjutan BRG kedepan.

Kita berharap tahun ini tidak ada lagi karhutla yang terjadi. Juga kita berharap bahwa tidak ada lagi LSM anti sawit yang “mengkambinghitamkan” kebun sawit yang memperburuk citra sawit Indonesia.