Devisa Hasil Ekspor Sawit Rp 100 Trilliun sampai Juni 2016

Ekspor sawit kontributor utama  surplus neraca perdagangan RI sebesar 3,6 miliar dollar USA pada  semester 1/2016. Tanpa ekspor sawit, neraca perdagangan defisit sebesar 4,4 miliar dollar USA

Meskipun harga minyak sawit dunia belum menggembirakan  hingga semester 1/2016,  nilai ekspor bersih minyak sawit Indonesia masih mampu  mencapai sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat. Dengan kurs rupiah Rp. 13.300 nilai ekspor sawit tersebut setara dengan Rp. 106 triliun. Kontribusi sawit seperti pada semester 1/2016 tersebut telah berlangsung sejak tahun 2011.

gapki-sawit-palm-oilNilai devisa sebesar itu, merupakan terbesar saat ini untuk ukuran satu komoditas/produk dalam perekonomian Indonesia. Bahkan untuk ukuran neraca perdagangan Indonesia sampai semester 1/2016, nilai ekspor sawit tersebut bukan hanya cukup besar tetapi juga ampuh menyehatkan  neraca perdagangan Indonesia.

Mengacu data Bank Indonesia, neraca perdagangan (trade account) Indonesia sampai semester 1/2016 menginformasikan bahwa  nilai total ekspor Indonesia mencapai sekitar 69,5 miliar dollar Amerika Serikat. Sedangkan nilai impor total  mencapai 65,92 miliar dollar Amerika Serikat. Sehingga secara keseluruhan  neraca perdagangan Indonesia menikmati surplus sebesar 3,6 miliar dollar Amerika Serikat.

Dalam nilai ekspor nasional tersebut terdapat nilai ekspor minyak sawit yang menarik untuk dilihat lebih lanjut. Nilai ekspor bersih minyak sawit Indonesia mencapai sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat. Seandainya tidak ada ekspor sawit, nilai ekspor Indonesia dalam periode tersebut hanya sekitar 61,5 miliar dollar Amerika Serikat. Sehingga dengan nilai impor sebesar 65,9 miliar dollar tersebut, maka tanpa sawit neraca perdagangan Indonesia menderita defisit sebesar 4,4 miliar dollar Amerika Serikat. Dengan kata lain surplus neraca perdagangan Indonesia tersebut disebabkan oleh ekspor sawit.

Selain dari ekspor minyak sawit, kontribusi industri sawit dalam neraca perdagangan juga terdapat dalam penghematan impor solar. Sebagaimana diketahui bahwa sejak Januari 2016, pemerintah telah menjalankan mandatori biodiesel yakni mencampur 20 persen biodiesel sawit dalam konsumsi solar domestik, sehingga mengurangi impor solar. Mengacu pada data Kementerian ESDM, sampai semester 1/2016 program mandatori biodiesel sawit menghemat impor solar sekitar 3,2 juta kilo liter atau menghemat devisa impor solar sekitar satu miliar dollar Amerika Serikat. Pengurangan impor solar tersebut memperbaiki neraca perdagangan migas berupa penurunan defisit menjadi sekitar 2,1 miliar dollar Amerika Serikat. Jika tidak ada pencampuran solar dengan biodiesel sawit neraca perdagangan migas sampai semester 1/2016 akan defisit sebesar 3,1 miliar dollar Amerika Serikat.

Kontribusi ekspor sawit sebagai penyelamat neraca perdagangan RI yang demikian, bukan hanya terjadi pada tahun 2016 ini. Setidaknya sejak lima tahun lalu sudah berlangsung. Tanpa ekspor sawit, neraca perdagangan sektor non migas nasional defisit permanen. Kehadiran ekspor sawitlah yang membuat neraca perdagangan sektor non migas nasional mengalami surplus secara konsisten dalam lima tahun terakhir.

Nilai devisa dari ekspor sawit tersebut juga lebih berkualitas dilihat dari konteks pembangunan. Devisa sawit tersebut dihasilkan dari 190 kabupaten di Indonesia, melibatkan sekitar 3 juta petani sawit dan ribuan usaha kecil-menengah suplier barang/jasa kebun. Artinya devisa sawit tersebut bukan hanya berupa angka-angka statistik ekonomi makro semata, tetapi dinikmati oleh masyarakat pada 190 kabupaten tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Peningkatan devisa, disertai dengan peningkatan pendapatan rakyat, pengurangan jumlah kemiskinan dan memutar roda ekonomi di daerah-daerah tersebut.

Dengan kontribusi industri sawit nasional yang demikan, sekali lagi, seharusnya makin meyakinkan pemerintah bahwa industri sawit nasional bukan hanya dilindungi tetapi juga dirawat dan dipromosikan secara lebih konkrit sebagai industri strategis nasional.

Source : Sawit.or.id