Industri Sawit Jalan Indonesia Menjadi Pemain Global

Energi bangsa ini perlu difokuskan untuk hilirisasi sawit untuk menjadikan Indonesia menjadi “raja” biodiesel, biopremium dan biopelumas dunia

Jepang dan Korea menjadi salah satu pemain global papan atas untuk industri otomotif dan elektronika. Unggulan industri Jepang dan Korea tersebut bukan jatuh sendiri dari langit, melainkan dibangun secara konsisten dan berkesinambungan. Saat ini semua negara mengenal dan menggunakan produk otomotif dan elektronika Jepang dan Korea, termasuk di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang lebih dulu mengembangkan produk tersebut. Perekonomian global adalah ekonomi Jepang dan Korea.

gapki-pabrik

Bagaimana dengan Indonesia? Yang jelas sampai saat ini dan juga mungkin selama-lamanya akan menjadi pasar/konsumen industri otomotif dan elektronika dunia bahkan juga pasar industri negara lain. Sulit bagi Indonesia untuk bisa menjadi pemain global pada industri-industri yang kini sudah dikuasai negara-negara industri maju. Oleh karena itu, Indonesia harus memilih pada industri mana yang berpeluang sebagai pemain global atau eksportir utama.

Salah satu (jika bukan satu-satunya) yang berpeluang membawa Indonesia menjadi pemain global adalah industri sawit. Ini bukan ilusi atau mimpi di siang bolong. Industri sawit Indonesia saat ini sudah berhasil membawa Indonesia menjadi pemain global meskipun baru dalam minyak sawit mentah (CPO). Hampir semua negara dunia sudah mengkonsumsi minyak sawit dan lebih dari separuh negara-negara dunia terlihat dalam perdagangan CPO. Ini adalah modal dasar.

Langkah berikutnya dan sedang kita mulai adalah mengolah CPO menjadi berbagai produk turunan baik produk-produk oleofood, oleokimia, biomaterial dan biofuel. Rattan produk yang dapat dihasilkan dari CPO yang belum kita hasilkan.

Energi bangsa perlu kita fokuskan lebih serius untuk mengembangkan teknologi hilir CPO yang diperlukan untuk hilirisasi CPO. Untuk merebut menjadi pemain global pada produk hilir CPO tidak cukup hanya di dalam negeri saja. Industri hilir berbasis CPO Indonesia perlu lebih banyak didorong untuk mengembangkan industri hilir di negara-negara lain dengan mitra strategis diberbagai negara.  Industri hilir selain dikembangkan di Indonesia juga harus go internasional.

Sebagian grup-grup besar perkebunan sawit Indonesia sudah go internasional. Langkah go internasional tersebut perlu disertai dengan percepatan pengembangan sumber daya manusia yang mahir teknologi hilir tersebut.

Putra-putri terbaik Indonesia hendaknya menguasai teknologi hilir yang lebih mahir dibandingkan negara-negara lain. Ini perlu menjadi prioritas dan fokus Kementerian Riset dan Dikti, sehingga pada waktunya, kita bukan hanya mengekspor produk-produk minyak sawit saja tetapi juga mengekspor tenaga ahli teknologi hilir. Sama seperti Jepang dan Korea dengan industri otomotif dan elektronikanya, dengan membangun  global firms, MNC, strategic aliasi diberbagai negara, ahli-ahli dari kedua negarapun bagian penting bahkan aktor utama industri-industri tersebut di berbagai negara.

Indonesia sudah berhasil menjadi “raja” CPO dunia. Kini harus berlari mengejar “raja biosurfactan, biolubricant, biodiesel, biofuel dan produk biomaterial lainnya. Juga harus berlari untuk mengekspor tenaga ahli industri hilir tersebut keberbagai negara.

Jepang, Korea, Perancis, Jerman, serta Amerika Serikat akan tetap menjadi “raja” otomotif dunia. Indonesia seharusnya dapat  menjadi “raja biodiesel, biopremium dan biopelumas otomotif dunia.

Source : Sawit.or.id