Kebun Sawit Bangun Harmoni Ekonomi Kota-Desa

Perkebunan sawit di pedesaan mengintegrasikan dan menarik perkembangan ekonomi kota dan desa. Kebun sawit menggeliat, ekonomi kota dan desa ikut bergairah.

Masyarakat kita sebagian hidup di pedesaan dan sebagian hidup di perkotaan. Masyarakat yang hidup di desa ekonominya umumnya dari pertanian, menghasilkan berbagai bahan pangan, hasil ternak maupun ikan. Sementara masyarakat yang hidup di kota, ekonominya bersumber dari produksi barang-barang industri dan perdaganganya.

gapki-desa

Dengan penyebaran penduduk dan kegiatan ekonominya yang demikian, untuk menjaga keharmonisan perkembangan perkotaan dan pedesaan, desa dan kota harus dibangun secara seimbang. Jika pembangunan hanya dilakukan di kawasan perkotaan, maka kawasan pedesaan makin tertinggal dan daerah miskin. Sebaliknya jika pedesaan saja yang dibangun, maka pasar untuk hasil-hasil pertanian dari pedesaan juga tidak akan cukup, sehingga berujung pada kegagalan pembangunan pedesaan itu sendiri.

Model pembangunan yang dilaksanakan selama ini selalu terkutub bahkan tak jarang menciptakan kondisi win-loss antara pedesaan dan perkotaan. Bahkan pembangunan yang terjadi selama ini cenderung hanya menguntungkan perkotaan dan meninggalkan pedesaan. Urbanisasi yang sangat massif saat ini dan segala dampaknya seperti kemacetan, polusi, dan lain-lain merupakan akibat pembangunan yang berpihak perkotaan.

Untuk menyeimbangkan kemajuan perkotaan dan pedesaan, kita memerlukan model-model pembangunan yang mampu menarik perkembangan ekonomi kota dan ekonomi desa sekaligus. Sayangnya model-model yang mengharmonikan kota-desa tersebut tidak banyak dikembangkan selama ini.

Salah satu model yang berharap dapat mengharmonikan ekonomi desa dan kota adalah perkebunan kebun sawit. Kebun sawit dikembangkan di pedesaan bahkan daerah-daerah tertinggal/pinggiran dengan skala yang relatif luas, mengkombinasi sawit rakyat dan sawit korporasi secara kemitraan di kawasan pedesaan.

Berkembangnya kebun sawit di kawasan pedesaan ternyata menggerakkan ekonomi desa dan kota secara simulatan. Perkebunan sawit di pedesaan menarik perkembangan sektor-sektor ekonomi perkotaan seperti industri keuangan/perbankan, industri transportasi dan komunikasi, industri kimia dan mesin, industri pangan, restoran dan lainnya. Demikian juga sektor-sektor pedesaan, perkebunan sawit menarik perkembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain.

Transaksi ekonomi masyarakat yang bekerja di kebun-kebun sawit dengan masyarakat kota mencapai Rp. 225 triliun setiap tahun sedangkan transaksi antara masyarakat yang bekerja di kebun-kebun sawit dengan masyarakat desa (diluar kebun sawit) mencapai Rp. 72 triliun setiap tahun.

Dengan kata lain, perkebunan sawit mengintegrasikan perkembangan ekonomi perkotaan dan pedesaan. Bila kebun sawit berkembang, akan menarik ekonomi kota dan desa secara simultan. Sebaliknya jika kebun sawit mengalami penurunan, akan berdampak pada penurunan geliat ekonomi kota dan desa.

Source : Indonesiakita.or.id