Kebun Sawit Lebih Hemat Air Dibanding Tanaman Hutan

Penelitian para ahli membuktikan bahwa kebun sawit selain lebih hemat menggunakan air dibandingkan tanaman hutan, lahan kebun sawit juga memiliki kandungan air tanah yang lebih tinggi

Selama ini banyak LSM anti sawit yang mempropagandakan bahwa kebun sawit boros air, sehingga jika lahan ditanami sawit akan menghabiskan air dan menciptakan kekeringan. Propaganda LSM tersebut telah menyesatkan dan membuat  keliru di masyarakat yang menilai kebun sawit lebih banyak atau boros menggunakan air. Dengan pandangan yang keliru tersebut digiring untuk mengkaitkan antara kekeringan yang sesungguhnya bagian dari fenomena perubahan iklim global, dituduhkan akibat keberadaan kebun sawit.

gapki-integrasisawitpadi

Sebenarnya kebutuhan air untuk berbagai tanaman sudah lama diteliti para ahli. Salah satunya adalah Coster (1938) yang meneliti kebutuhan air beberapa tanaman jauh sebelum kebun sawit berkembang. Dengan menggunakan indikator evapotranspirasi tanaman, Coster menemukan bahwa tanaman Bambu dan Lamtoro tergolong boros air dengan kebutuhan sekitar 3.000 mm per tahun. Kemudian disusul oleh tanaman Akasia 2.400 mm per tahun, dan Sengon 2.300 mm per tahun.  Pinus dan Karet sekitar 1.300 mm per tahun. Sedangkan kebun sawit hanya 1.104 mm per tahun.

Selama ini tanaman Pinus, Akasia dan Sengon populer dijadikan tanaman hutan baik dalam program reboisasi maupun hutan tanaman industri. Tanaman kehutanan tersebut ternyata relatif boros menggunakan air. Sementara tanaman sawit yang selama ini dituduhkan boros air, ternyata jauh lebih hemat dibandingkan tanaman hutan tersebut bahkan sawit juga lebih hemat air dibandingkan dengan tanaman karet.

Tidak hanya itu, ternyata menurut penelitian (Allen.et.al.1998, Rusmayadi,2011) membuktikan kapasitas menyimpan air pada lahan sawit lebih baik dibandingkan tanaman Karet sehingga kandungan air tanah lahan sawit lebih tinggi dari pada lahan yang ditanami Karet.

Hasil penelitian para ahli tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat yang terlanjur keliru melihat sawit akibat  kebohongan-kebohongan yang disebarluaskan LSM anti sawit selama ini. Bukti ilmiah tersebut sangat jelas dan tegas menyatakan bahwa kebun sawit justru termasuk tanaman yang hemat menggunakan air dibandingkan tanaman hutan maupun tanaman Karet.  Tidak hanya hemat air,  tanaman sawit yang sistem perakarannya yang serabut dan massif membentuk biopori alamiah yang berfungsi menyimpan air, sehingga kandungan air tanah lahan kebun sawit lebih tinggi dari tanaman Karet.

Hasil penelitian tersebut makin menegaskan bahwa kebun sawit merupakan tanaman yang ramah lingkungan dan merupakan bagian dari konservasi tanah dan air. Mengembangkan kebun sawit merupakan bagian dari cara melestarikan tanah dan air.

Source : Indonesiakita.or.id