Konsumsi Minyak Sawit Bersihkan Udara Bumi?

Setiap tetes minyak sawit yang dikonsumsi ikut menurunkan emisi

Pertemuan COP21 Paris awal Desember 2015 telah berlalu. Kesepakatan atau platform agenda bersama telah disepakati yakni setiap negara sepakat menurunkan emisi gas rumah kaca (GHG) agar pemanasan global (global warming) tidak berlanjut dan perubahan lingkungan global (global climate change) seperti anomali iklim, banjir, badai, kekeringan ekstrim, dan lainnya tidak makin parah.

gapki-29092016

Masyarakat dunia juga sudah mengetahui bahwa penyebab utama pemanasan global adalah emisi GHG khususnya karbondioksida ke udara bumi. LaporanInternational Energy Agency (2015) sekitar 68 persen dari emisi GHG global berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi. Oleh karena itu kunci mengatasi pemanasan global adalah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menyerap kembali emisi GHG dari udara bumi.

Perkebunan kelapa sawit berperan penting untuk hal tersebut. Adanya biodiesel dari kebun sawit dapat mengganti bahan bakar minyak fosil sehingga penggunaan bahan bakar fosil dapat dikurangi. Dalam memproduksi minyak sawit, kebun sawit menyerap karbondioksida dari udara bumi. Menurut Henson (1999) setiap hektar kebun sawit dapat menyerap 161 ton atau secara netto 64 ton karbondioksida setiap tahun. Karbondioksida tersebut oleh kebun sawit disimpan dalam tubuhnya dalam bentuk batang, daun, akar sawit dan tentunya juga dalam minyak sawit. Selain itu, kebun sawit juga hasilkan oksigen sekitar 18 ton per hektar pertahun untuk kehidupan yang kita hirup ketika bernafas.

Semakin meningkat produksi minyak sawit semakin besar karbondioksida yang diserap kebun sawit, semakin banyak oksigen yang dihasilkan dan semakin banyak biodiesel yang tersedia pengganti bahan bakar fosil. Dan makin berkurang emisi GHG di udara bumi. Menurut Komisi Uni Eropa, penggantian solar fosil dengan biodiesel sawit dapat mengurangi 62 persen emisi.

Oleh karena itu sebagai konsumen adalah meningkatkan konsumsi produk-produk minyak sawit seperti minyak goreng, sampo, dan gunakan biodiesel atau campuran biodiesel sebagai bahan bakar. Mari kita dukung gerakan masyarakat dunia untuk meninggalkan seluruh produk-produk yang menggunakan bahan bakar fosil yang mengotori udara bumi dan beralih pada bahan bakar biofuel yang membersihkan udara bumi.

Semakin banyak masyarakat mengkonsumsi produk-produk minyak sawit semakin meningkat produksi minyak sawit petani sehingga makin banyak karbondioksida atmosfer bumi yang terserap oleh kebun sawit. Masyarakat dunia perlu menyadari bahwa setiap tetes minyak sawit dikonsumsi berarti ikut membantu pohon sawit membersihkan udara bumi.

Source : Sawit.or.id