Logging Menebang Pohon, Kebun Sawit Tanam Pohon

Kebun sawit menghijaukan kembali daerah yang rusak pada era logging, menghijaukan ekologi, dan menghijaukan ekonomi.  

Mungkin banyak yang tidak tahu atau lupa bagaimana era penebangan hutan secara massif (era logging) di Indonesia tahun 1970-an. Menurut data vegetasi di Indonesia tahun 1950, luas hutan di Indonesia masih sekitar 162.3 juta hektar atau sekitar 85 persen luas daratan. 

gapki-sawit-penghijauan

Pada periode tahun 1970 sampai 1985, terjadilah penebangan kayu hutan besar-besaran. Luas areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang dikeluarkan pemerintah sampai tahun 1985 diperkirakan mencapai lebih dari 61 Juta hektar. Setiap tahun  jutaan ton kayu bulat mengalir dari Indonesia ke Eropa, Amerika, dan negara-negara Asia.

Daerah-daerah eks logging seperti di Kalimantan, Riau, Sumatera Selatan, dan lain-lain ditinggalkan begitu saja menjadi daerah miskin, terbelakang dan yang tersisa adalah barak-barak, jalan logging, hutan rusak, dan sebagian besar jadi semak belukar. Kegiatan ekonomi yang berkembang terkait dengan aktifitaslogging terhenti dan mati bersamaan dengan berakhirnya era logging. Sehingga kota – kota yang berkembang akibat logging berubah menjadi kota mati. Dalam terminologi ekonomi regional disebut sebagai “kota hantu” (ghost town).  Hutan gundul dan rusak itu sebagian dikonversi menjadi  areal transmigrasi, perluasan  pertanian dan perkotaan/pemukiman.

Kehadiran perkebunan kelapa sawit khususnya setelah tahun 90-an menghijaukan kembali sebagian lahan-lahan yang gundul, rusak, kritis pascaera logging melalui penanaman pohon sawit. Biomas wilayah yang hilang dan terangkut oleh kayu bulat pada era logging ditingkatkan kembali oleh perkebunan kelapa sawit. Karbon dioksida yang lepas ke udara bumi akibat kegiatan logging, diserap kembali oleh penanaman kebun kelapa sawit.

Melalui pengembangan perkebunan kelapa  sawit, daerah-daerah yang sempat mati pasca era logging, dihidupkan kembali bahkan dikembangkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini berbagai daerah pertumbuhan ekonomi baru seperti Sungai Bahar (Jambi), Pematang Panggang dan Peninjauan (Sumatera Selatan), Arga Makmur (Bengkulu), Sungai Pasar dan Lipat Kain (Riau), Paranggan (Kalimantan Tengah), Sangata (Kalimantan Timur) dan lain-lain, menjadi daerah pertumbuhan baru yang di hela oleh perkebunan kelapa sawit.

Jika kegiatan logging menebang pohon secara besar–besaran, perkebunan kelapa sawit justru menanam pohon secara besar-besaran. Menghijaukan kembali daerah rusak akibat logging, menghijaukan kembali kegiatan ekonomi daerah yang mati ditinggalkan era logging. Sayangnya dari sekitar 70 juta hektar hutan rusak akibat logging, baru sekitar 10 juta hektar yang berhasil dihijaukan kembali oleh perkebunan sawit.

Source : Sawit.or.id