Merawat Industri Sawit, Merawat Paru-Paru Lingkungan

Merawat kebun-kebun sawit, merawat “paru-paru” lingkungan, merawat paru-paru kita sendiri dan merawat kehidupan 

Setiap detik pernafasan kita, membuang karbon, mengotori udara. Demikian juga kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, pabrik-pabrik, perumahan, perkantoran,  dan seterusnya yang menggunakan bahan bakar solar, premium, Avtur, dan minyak tanah setiap hari membuang  karbon ke udara bumi. Karbon yang kita buang itu menumpuk mengotori udara dan membuat udara bumi makin panas.

gapkisawitvstropisSiapa yang membersihkan sampah karbon yang kita buang ke udara Bumi ? Tuhan Pencipta Alam telah menciptakan tumbuhan/tanaman di permukaan bumi yang berkemampuan  membersihkan udara bumi dari sampah karbon yang kita buang setiap hari. Bukan hanya membersihkan sampah karbon dari atmosfir bumi, tanaman juga “mendaur ulang sampah” tersebut menjadi oksigen yang kita butuhkan setiap saat.  Tanaman  merupakan  “paru-paru” lingkungan. Karena itu tanaman harus dikembangkan, dirawat dan dilestarikan agar “paru-paru” itu lestari.

Salah satu tanaman itu adalah tanaman kelapa sawit atau kebun sawit. Kebun sawit merupakan kebun “paru-paru” lingkungan.  Dari penelitian Henson (1999) tiap hektar kebun sawit menyerap sekitar 161 ton karbondioksida setiap tahun dari udara bumi dan menghasilkan sekitar 18 ton oksigen ke udara bumi untuk kita hirup ketika bernafas.

Kebun sawit Indonesia saat ini mencapai sekitar 11 juta hektar, berarti Indonesia memiliki 11 juta hektar  kebun “paru-paru” berbasis sawit sebagai pembersih udara bumi. Dengan luas kebun sawit tersebut berarti sekitar 1.7 miliar ton karbondioksida dari udara bumi dibersihkan oleh kebun sawit setiap tahun dan menghasilkan 198 juta ton oksigen ke udara bumi. Semakin luas dan semakin tinggi produktivitas kebun sawit, semakin meluas  dan semakin besar kapasitas  “paru-paru” lingkungan tersebut.

Dengan peran sebagai “paru-paru” lingkungan yang demikian, kita perlu merawat kebun-kebun sawit yang kita miliki. Merawat kebun-kebun sawit berarti juga merawat “paru-paru” lingkungan. Cara merawatnya bagaimana ? Tergantung peran kita masing-masing.

Sebagai petani sawit,  memeliharan kebun-kebun sawit dengan cara yang benar, sehingga tanamannya subur dan produksinya tinggi merupakan bentuk cara merawat “paru-paru” lingkungan tersebut. Sebagai pemerintah, cara merawat “paru-paru” tersebut adalah mengeluarkan kebijakan yang kondusif bagi tumbuh-berkembangnya kebun-kebun sawit di Indonesia.

Bagi akademisi/peneliti, kontribusi perawatan “paru-paru” tersebut adalah melalui pengembangan teknologi dan manajemen yang diperlukan untuk tumbuh-berkembangnya kebun-kebun sawit. Dan sebagai masyarakat umum, mengkonsumsi produk-produk dari sawit seperti minyak goreng, mentega, sabun, dan lain-lain, merupakan bagian dari cara merawat “paru-paru” lingkungan yang ada pada kebun-kebun sawit.

Source : Indonesiakita.or.id