Minyak Sawit Memperbaiki Kolesterol Tubuh

Konsumsi minyak sawit menurunkan kolesterol jahat dan memperbaiki kolesterol baik

Persepsi yang berkembang pada sebagian masyarakat umumnya melihat minyak sawit identik dengan kolesterol. Akibatnya banyak masyarakat yang fobia melihat goreng-gorengan. Menyantap goreng-gorengan telah dianggap sebagai sumber kolesterol bagi tubuh.

gapki-minyak-sawit-16082016Apa yang kita sebut sebagai kolesterol sehari-hari? Kolesterol merupakan suatu lemak yang sebetulnya sangat penting untuk kesehatan tubuh. Namun jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak seimbang, itu yang tidak sehat.

Ada tiga fraksi lemak yang menentukan sehat atau tidaknya kadar kolesterol dalam tubuh, yakni Kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein) dan asam lemak (trigliserida). Umumnya LDL dan trigliserida yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, HDL yang meningkat justru diinginkan dan baik untuk kesehatan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang dapat menaikkan LDL dan trigliserida sama artinya dengan menaikan kadar kolesterol jahat. Sedangkan, jika menaikan HDL berarti juga meningkatkan kolesterol baik.

Sayangnya yang sering kita alami adalah yang seharusnya turun (LDL, trigliserida) malah naik, dan yang seharusnya naik (HDL) malah turun.

Apa yang akan terjadi jika mengonsumsi minyak sawit? Masyarakat yang berpandangan selama ini bahwa minyak sawit meningkatkan kolesterol jahat tampaknya harus siap untuk berubah. Karena dari hasil penelitian para ahli gizi menunjukkan hal yang berbeda.

Hasil penelitian Mien, dkk (1989) yang dimuat dalam Jurnal Gizi Indonesia, yang berjudul “Sifat Hipokholesteremik Minyak Sawit, Minyak Kedele dan Tempe” telah membuktikan hal yang menarik. Konsumsi minyak sawit ternyata menurunkan LDL sebesar 21 persen dan menurunkan trigliserida 14 persen serta menaikkan HDL sebanyak 24 persen. Artinya mengonsumsi minyak sawit justru menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kolesterol baik sehingga bagus bagi kesehatan tubuh.

Lantas mengapa mitos yang beredar di masyarakat luas adalah minyak sawit mengandung kolesterol? Karena kita adalah korban kampanye negatif dari persaingan minyak kedelai sejak tahun 80-an. Waktu itu asosiasi kedelai USA melancarkan kampanye negatif bahwa minyak nabati tropis (minyak kelapa, minyak sawit) mengandung kolesterol karena kalah bersaing dengan minyak sawit. Padahal itu hanya mengada-ada dan tidak terbukti secara ilmiah.

Tumbuhan termasuk minyak sawit tidak mengandung kolesterol. Kolesterol hanya dihasilkan dari hewani atau manusia.

Source : Sawit.or.id