Multifungsi Kebun Sawit dalam Ekosistem

Kebun sawit memiliki mulifungsi yang memberi multi manfaat bagi masyarakat dunia. Kebun sawit merupakan bagian dari paru-paru, mata rantai energi, konservasi tanah dan air serta mesin cetak kue ekonomi dalam ekosistem planet bumi

Multifungsi-Kebun-Sawit-Dalam-Ekosistem

Kebun sawit bukan hanya berfungsi sebagai ekonomi saja sebagaimana yang diketahui masyarakat, melainkan juga memiliki fungsi ekologis  dalam ekosistem. Oleh karena itu, melihat dan memperlakukan kebun sawit jangan hanya melihat fungsi ekonomi tetapi juga fungsi ekologisnya.

Mulifungsi kebun sawit yang dimaksud terdiri atas: Pertama, kebun sawit merupakan bagian dari “paru-paru” ekosistem seperti hutan. Pada manusia, paru-paru berfungsi membersihkan dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh dan memasukkan oksigen kedalam tubuh manusia. Kebun sawit membersihkan udara kotor dengan cara menyerap karbondioksida dari atmosfir bumi dan menghasilkan oksigen untuk kehidupan di bumi (Henson, 1999). Hanya tanaman termasuk tanaman kelapa sawit yang berfungsi demikian diciptakan Tuhan dalam ekosistem planet bumi.

Kedua, kebun sawit merupakan bagian mata rantai penting yang menghubungkan sumber energi yang disediakan Tuhan Pencipta Alam Semesta dengan kebutuhan energi bagi kehidupan manusia di planet Bumi. Matahari merupakan satu-satunya sumber energi yang diciptakan Tuhan bagi kehidupan di Bumi. Melalui kebun sawit (fotosintesis) energi dari Matahari ditangkap dan disimpan dalam bentuk energi kimia yakni minyak sawit maupun biomas sawit lainnya (Fairhurdt,et,al 2004). Dari minyak sawit dan biomas lainnya dengan teknologi pengolahan, dapat dihasilkan berbagai produk dan berbagai kegunaan bagi masyarakat termasuk energi (biodiesel, bioetanol, biogas, bioavtur dan biolistrik). Minyak fosil yang dikenal dan banyak digunakan saat ini juga berasal dari fosilisasi jutaan tahun biomas.

Ketiga, kebun sawit merupakan bagian dari konservasi tanah dan air (Harahap, 1999). Kebun sawit memiliki struktur pelepah daun yang berlapis dan naungan kanopi lahan (canopy  cover) yang mencapai 90 persen, pembentukan serasah (humus), tanaman penutup lahan (cover crop), dan sistem teras. Selain itu juga memiliki sistem perakaran serabut yang massif, berlapis, dan luas  yang membentuk sangat banyak biopori tanah. Semua hal tersebut berfungsi  melindungi lahan, menahan erosi tanah, dan menyimpan air di dalam tanah.

Keempat, kebun sawit juga bagian dari mata rantai fungsi hidrologis ekosistem sebagaimana tanaman lainya. Fungsi evapotranspirasi yang melekat pada fisiologis tanaman sawit bagian penting dari pemeliharaan kelembapan udara mikro maupun penguapan air. Penyimpanan air tanah melalui biopori perakaran, penyimpanan air metabolit yang terikat dalam biomas sawit merupakan bagian dari mata rantai daur hidrologis ekosistem.

Kelima, kebun sawit menghasilkan berbagai produk yang bernilai ekonomi (fungsi ekonomi) bagi masyarakat dunia, baik produk bahan pangan maupun non pangan. Kebun sawit merupakan “mesin” yang mencetak “kue ekonomi“.  Proses produksi, pengolahan, perdagangan produk-produk yang berasal dari sawit menciptakan pendapatan bagi mereka yang terlibat dalam mata rantai pasok minyak sawit. Mulai dari pre-produksi, proses produksi, perdagangan lokal antar daerah, serta ekspor-impor.  Kegiatan ekonomi sawit selain menghasilkan berbagai  “kue ekonomi”  juga membagi  “kue ekonomi ”  mulai dari  level kebun, sampai ke level masyarakat dunia dimana produk-produk asal sawit dikonsumsi.

Keunikan sekaligus keunggulan kebun sawit yaitu kelima fungsi diatas dijalankan kebun sawit setiap detik selama 25 tahun tanpa henti. Dari lima fungsi tersebut diatas, hanya satu fungsi yakni fungsi ekonomi yang dibayar masyarakat. Sedangkan manfaat  empat fungsi lainya diberikan kebun sawit secara gratis pada masyarakat.

Sumber : Sawit.or.id