Sawit Penghasil Dollar Terbesar Untuk Indonesia

Jika tubuh sedang mengalami 4L (lemas, letih, lesuh, lunglai) itu adalah gejala kekurangan darah. Solusinya diperlukan infus darah segar baik melalui makanan maupun transfusi darah secara langsung. Dengan bertambahnya darah baru dalam tubuh manusia akan membuat tubuh menjadi fit, sehat dan energik. Sama halnya dengan perekonomian kita saat ini yang sedang lesu-lesunya dan kurang darah, yang membuat rupiah lunglai. Indonesia memerlukan pasokan dollar yang cukup banyak agar “darah” perekonomian kita makin bergairah, sehat dan melaju, sehingga rupiah semakin kuat. Dollar juga kita butuhkan agar dapat membiayai impor barang-barang dari negara lain yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri.

Dalam lima tahun terakhir hasil penjualan minyak sawit Indonesia ke negara lain menghasilkan dollar terbesar. Tahun 2010 industri minyak sawit mampu menghasilkan sekitar 16 milyar dollar Amerika Serikat kemudian meningkat menjadi 21,3 milyar dollar Amerika Serikat. Tahun 2014 meskipun perekonomian dunia mulai mengalami perlambatan pertumbuhan industri minyak sawit Indonesia masih mampu meraup 20 milyar dollar Amerika Serikat. Dengan kata lain setiap tahun industri minyak sawit Indonesia mampu menghasilkan dollar rata-rata 20 milyar dollar Amerika Serikat. Jika kurs rupiah Rp 13000 saja, berarti setiap tahun ada tambahan “darah baru” perekonomian kita dari ekspor sawit senilai Rp 260 triliun setiap tahun.

Untuk ukuran devisa (net ekspor) industri minyak sawit merupakan penyumbang terbesar devisa bagi Indonesia. Memang ada sektor lain seperti migas, yang menghasilkan ekspor yang cukup besar namun impornya juga lebih besar, sehingga secara neto sektor migas mengalami defisit. Demikian juga sektor non migas nasional, jika ekspor sawit dikeluarkan neraca transaksi berjalan, sektor non migas juga mengalami defisit, karena impornya lebih besar dari pada ekspornya. Dengan kata lain, dollar yang dihasilkan dari ekspor minyak sawit telah membuat neraca ekspor sektor non migas nasional mengalami surplus.

Apakah dollar yang lebih besar masih bisa dihasilkan dari ekspor minyak sawit? Sangat bisa. Dengan peningkatan produksi minyak sawit di Indonesia akan menambah minyak sawit yang diekspor setiap tahunnya. Selain itu, melalui hilirisasi yang sedang berlangsung di dalam negeri, minyak sawit diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk turunan seperti produk olefood, oleokimia, biodiesel, dll sehingga mutu produk yang diekspor semakin meningkat dan dengan pasar yang semakin meluas. Selain itu, penghematan dollar juga akan terjadi sebagai hasil industri biodiesel berbahan baku sawit di dalam negeri. Dengan kebijakan mandatori biodiesel B-15 pada tahun 2015 dan B-20 telah dimulai tahun 2016 lalu akan menghemat dollar dari impor solar sebesar 7 milyar dollar Amerika Serikat.

Kombinasi peningkatan produksi minyak sawit, hilirisasi dan mandatori biodiesel di dalam negeri, akan menghasilkan ekspor minyak sawit yang mampu meraup dan menghemat dollar lebih banyak lagi. Diproyeksikan dalam lima tahun kedepan, dollar yang diperoleh dari ekspor minyak sawit Indonesia akan mencapai 32 sampai 37 milyar dollar Amerika Serikat.

Source : Sawit.or.id