Sawit, Rapeseed dan Bunga Matahari “Bersahabat” di Masyarakat Uni Eropa

Kehadiran minyak sawit di pasar EU, melestarikan kebun  rapeseed dan bunga matahari Eropa dan memberi manfaat ganda bagi masyarakat EU

Berdasarkan data Oil World yang mengungkapkan bahwa volume konsumsi  minyak sawit, minyak rapeseed dan minyak bunga matahari terus meningkat  sejak tahun 1965 sampai tahun 2015. Pangsa ketiga minyak nabati tersebut juga konsisten meningkat dalam konsumsi minyak nabati EU.

via kmul14.blogspot.com

Penelitian lebih lanjut yang dilakukan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute mengungkap bahwa sejak tahun 2000 sampai sekarang, minyak rapeseed dan minyak bunga matahari merupakan komplementer (pencampu) dari minyak sawit dalam pola  konsumsi masyarakat EU secara keseluruhan. Peningkatan konsumsi minyak rapeseed dan bunga matahari memerlukan peningkatan konsumsi minyak sawit dengan proporsi tertentu. Oleh karena itu, minyak sawit, minyak rapeseed dan minyak bunga matahari “bersahabat” dalam pola konsumsi minyak nabati masyarakat EU.

Kehadiran minyak sawit di pasar Eropa memberi manfaat ganda bagi masyarakat EU, diantaranya  (1) kehadiran minyak sawit justru dapat melestarikan  kebun  rapeseed dan bunga matahari karena untuk konsumsi minyak sawit memerlukan ketersediaan minyak rapeseed dan minyak bunga matahari, (2) untuk memenuhi volume konsumsi minyak nabati masyarakat EU yang sudah tinggi, kehadiran minyak sawit juga dapat menjaga lahan pangan terkonversi besar-besaran  ke kebun rapeseed dan bunga matahari, sehingga tidak mengancam penyediaan pangan masyarakat EU, (3) harga minyak rapeseed dan bunga matahari yang terlalu mahal. Kehadiran minyak sawit yang harganya lebih murah dapat menyediakan komposit (campuran) minyak nabati yang lebih murah bagi masyarakat EU, dan (4) ketersediaan minyak sawit di EU
menghidupkan kembali industri oleokimia EU yang terancam bangkrut akibat kelangkaan minyak nabati sebelum tahun 2000.

rapeeseed
via l.rgbimg.com

Bagaimana dengan minyak kedelai? Dalam konsumsi  minyak nabati masyarakat EU, minyak kedelai ternyata merupakan pengganti (substitusi) atau pesaing  dari minyak rapeseed dan bunga matahari. Jika konsumsi minyak kedelai naik, maka konsumsi rapeseed dan bunga matahari akan turun. Hal ini berarti kehadiran minyak kedelai di pasar Eropa akan mendesak kebun-kebun rapeseed dan bunga matahari. Selain itu, menurut studi komisi Eropa (European Commission, 2013) minyak kedelai yang masuk ke Eropa dihasilkan dari deforestasi yang 10 kali lebih luas dari minyak sawit. Lantas, jika demikian mengapa di kawasan Eropa terjadi gerakan anti sawit termasuk labelisasi Palm Oil Free atau No Palm Oil yang dimotori para politisi EU dengan LSM?

 Propaganda para  politisi  di kawasan Uni Eropa (EU) yang selama ini mengatakan bahwa minyak sawit  menjadi pesaing minyak nabati kawasan Eropa (rapeseed, bunga matahari) tampaknya hanya sebagai pencitraan politik saja. Bahkan gerakan anti sawit yang dimotori LSM  berupa labelisasi Palm Oil Free atau No Palm Oil, hanya cara “mengemis” dana untuk membiayai move on lintas negara.

 Berdasarkan data volume konsumsi minyak sawit di EU tersebut menunjukkan bahwa apa yang dipropaganda para politisi dan LSM tersebut tidak didukung bahkan bertentangan dengan kepentingan dan keinginan masyarakat EU secara keseluruhan. Brexit juga telah membuktikan bahwa suara politisi berbeda dengan suara rakyat.

Source : Sawit.or.id