Industri Minyak Sawit Bagian Solusi dari Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Untuk mengatasi pemanasan global (global warming) dan dampaknya pada perubahan iklim (global climate change) adalah menurunkan emisi karbondioksida ke udara bumi dan penyerapan kembali karbondioksida dari udara bumi. Menurunkan emisi karbondioksida ke udara bumi berarti masyarakat internasional harus bersedia mengurangi konsumsi energi fosil (minyak bumi, batubara, gas) dan menggantikannya dengan bahan bakar rendah emisi karbon seperti biofuel. Continue reading “Industri Minyak Sawit Bagian Solusi dari Pemanasan Global dan Perubahan Iklim”

Proses Reforestasi dan Perbaikan Ekologi Melalui Perkebunan Sawit di Provinsi Riau

Deforestasi di Provinsi Riau pada periode 1950-2014 mencapai seluas 6,24 juta hektar. Dari luasan tersebut, yang dimanfaatkan secara langsung dan tidak langsung oleh kebun sawit hanya sekitar 2,29 juta hektar atau sekitar 36 persen. Berdasarkan analisis Citra Landset, pengembangan Perkebunan Sawit di Provinsi Riau adalah berasal dari reforestasi (konversi lahan pertanian, lahan terlantar/semak belukar dan HTI), sehingga secara netto kebun sawit Indonesia merupakan reforestasi. Continue reading “Proses Reforestasi dan Perbaikan Ekologi Melalui Perkebunan Sawit di Provinsi Riau”

Industri Minyak Sawit Indonesia : More Sustainable

Platform pembangunan global telah mengalami perubahan dari Millennium Development Goals/MDGs (2000-2015) menjadi Sustainable Development Goals/SDGs (2015-2030). Tujuan-tujuan SDGs global tersebut, selanjutnya akan diimplementasikan pada level negara, daerah, sektor, industri bahkan pada level perusahaan. Continue reading “Industri Minyak Sawit Indonesia : More Sustainable”

ISPO Menjawab Keraguan Sustainability

ISPO membuktikan bahwa kelapa sawit di Indonesia telah sustainable dan Indonesia juga peduli terhadap sustainable

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang diharapkan mengarah pada pencapaian kondisi menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. Pembangunan Perkebunan merupakan bagian integral dari pembangunan, dimana pembangunan perkebunan menyentuh langsung pada masyarakat dan mampu menjadi menyokong bagi perekonomian pedesaan. Continue reading “ISPO Menjawab Keraguan Sustainability”

Minyak Sawit Mengandung Kolesterol ..?

Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan juga tidak menyebabkan peningkatan kolesterol darah. Sebaliknya, konsumsi minyak sawit justru memperbaiki kolesterol darah yakni meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat Continue reading “Minyak Sawit Mengandung Kolesterol ..?”

Perkebunan Kelapa Sawit : Hemat Air dan Lestarikan Cadangan Air Tanah

Perkebunan kelapa sawit memiliki sistem konservasi tanah dan air yakni melalui (1) mekanisme struktur pelepah daun pohon kelapa sawit yang berlapis-lapis dapat menaungi land cover mendekati 100 persen sejak kelapa sawit berumur muda, (2) mekanisme tata kelola lahan dalam budidaya kelapa sawit, (3) sistem perakaran serabut pohon kelapa sawit yang massif, luas dan dalam (biopori alamiah). Dengan menggunakan indikator evapotranspirasi tanaman yakni persentase nilai evapotranspirasi dari curah hujan, kebun kelapa sawit juga relatif hemat air dibandingkan dengan tanaman hutan lainnya. Continue reading “Perkebunan Kelapa Sawit : Hemat Air dan Lestarikan Cadangan Air Tanah”

EPOA welcomes Indonesian Palm Oil Association GAPKI as a full member

Friday 12 February 2016, the Indonesian Palm Oil Association (GAPKI – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) became a full member of the European Palm Oil Alliance (EPOA). Indonesia and Malaysia together supply 85% of the palm oil used globally. Welcoming the Indonesian palm oil producers as a member of EPOA  is an important step to rebalance the debate on palm oil in Europe and towards a fully sustainable palm oil supply chain in Europe by 2020.

EPOA field visit to Malaysia and Indonesia


This morning we got up early to go to our next plantation visit. That oil palm is big in Riau, becomes easily clear when you drive through the landscape. Oil palm plantations, both by companies and smallholder farmers, or just in the back of a garden, are one of the dominant features along the road. However, that’s is not all. Rubber tree plantings, a field with banana trees every now and then and acacia tree plantations for the production of pulp and paper can all be seen from the road.
Continue reading “EPOA field visit to Malaysia and Indonesia”

Regulasi Gambut Tidak Realistis Dan Ciptakan Masalah

Regulasi gambut cacat prosedur, tidak realistis dan ciptakan masalah baru

Regulasi pemanfaatan lahan gambut melalui PP 57/2016 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang dikeluarkan pemerintah bukan hanya menuai kontroversial tetapi juga terancam digugat masyarakat dan para ahli gambut. Pokok keberatan masyarakat dan para ahli bukan soal pentingnya keberlanjutan ekosistem gambut, melainkan indikator yang tidak realistis dan tidak memiliki dasar ilmiah maupun emperis. Continue reading “Regulasi Gambut Tidak Realistis Dan Ciptakan Masalah”

Social Sustainability Perkebunan Sawit

Pertumbuhan kebun sawit pada 190 kabupaten berdampak luas bagi pembangunan pedesaan, pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja yang inklusif, sehingga secara sosial berkelanjutan.

Keberlanjutan (sustainability) memiliki tiga dimensi yakni keberlanjutan secara ekonomi (economic sustainability), sosial (social sustainability) dan lingkungan (environment sustainability). Ketiga dimensi tersebut memiliki proporsi yang seimbang dalam menyumbang kualitas sustainability. Continue reading “Social Sustainability Perkebunan Sawit”