Tuntutan Sertifikasi Minyak Sawit Baru dari Eropa

Dibalik tuduhan-tuduhan Eropa kepada minyak sawit adalah mencari alasan rencana kebijakan Eropa untuk menerapkan bea masuk tinggi dan memberlakukan ESPO untuk impor minyak sawit ke Eropa

Parlemen Eropa pada tingkat  Komite  Lingkungan, Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Pangan tanggal 9 Maret 2017 lalu telah melakukan voting dan menyetujui kebijakan baru yakni menghentikan penggunaan minyak sawit untuk program biodiesel Eropa. Alasannya, proses produksi minyak sawit penyebab deforestasi, degradasi habitat, melanggar hak asasi manusia, standar sosial yang tidak patut dan mempekerjakan tenaga kerja anak-anak.

Tuntutan Sertifikasi Minyak Sawit Baru dari Eropa

Meskipun hasil voting tersebut masih harus mendapat dukungan dari pleno Parlemen Eropa (awal April), ujung-ujungnya Eropa tidak akan menghentikan impor minyak sawit karena merugikan Eropa sendiri. Tuduhan itu hanya sekedar alasan untuk meloloskan kebijakan baru impor minyak sawit ke pasar Eropa.

Kombinasi dua kebijakan baru Eropa untuk impor minyak sawit sebagaimana dibahas dalam Komite tersebut, yakni menerapkan bea masuk impor minyak sawit yang lebih tinggi (yang mereka sebut sebagai embodied deforestation tax) yang sudah pernah digodok Perancis. Kebijakan tersebut dikombinasikan dengan kebijakan keharusan sertifikasi keberlanjutan minyak sawit versi Eropa (European Sustainable Palm Oil, ESPO) yang sejak beberapa tahun lalu dirancang.

Tampaknya Eropa tidak puas atau tidak yakin dengan RSPO yang juga dari Eropa, padahal minyak sawit tersertifikasi RSPO hanya mampu diserap pasar sebesar 60 persen. Atau mungkin Eropa secara kelembagaan ingin ikut “jualan” sertifikat agar dapat  menikmati “kue” bisnis minyak sawit yang sedang berkibar itu.

Jika demikian ujungnya, maka RSPO dan ESPO akan bersaing di pasar Eropa. Karena ESPO merupakan kebijakan mandatori Eropa, dapat dipastikan ESPO akan menguasai pasar minyak sawit Eropa. Dengan kebijakan tarif impor minyak sawit Eropa, ESPO dapat memainkan pasar minyak sawit bersertifikat. Jika memperoleh sertifikat ESPO, diberikan insentif berupa bea masuk yang lebih rendah. Sedangkan jika sertifikasi lembaga lain atau tidak bersertifikat tidak diberikan insentif. Jika hal ini yang terjadi RSPO bisa-bisa tersingkir kecuali ESPO bersedia kerjasama dengan RSPO. Kita tunggu bagaimana yang akan terjadi kedepan.

Terlepas dari rebutan “jual-jualan” sertifikat tersebut, kebijakan tersebut jelas merugikan minyak sawit Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah sejak dini perlu mempersiapkan dan menyuarakan sikap atas rencana kebijakan tersebut.

Pemberlakuan bea masuk dan kewajiban ESPO ke pasar Eropa merupakan bentuk hambatan perdagangan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip WTO. Jika ESPO diberlakukan maka harus diberlakukan juga hal yang sama untuk minyak nabati produksi domestik Eropa seperti minyak bunga matahari dan minyak rapeseed serta minyak nabati yang diimpor Eropa. Perlu dicatat sampai saat ini Eropa belum memiliki kebijakan dan sertifikasi berkelanjutan untuk minyak nabati sendiri bahkan seluruh komoditas/produk.

Jika hal pertama tersebut tidak dilakukan Eropa, maka Indonesia (mungkin kerjasama dengan negara produsen CPO lainnya) perlu mempersiapkan strategi pengaduan ke WTO atas praktik perdagangan tidak adil. Selain itu perlu mempersiapkan kebijakan balasan (retaliasi) yakni semua produk-produk dari Eropa yang masuk ke Indonesia  diwajibkan  sertifikasi berkelanjutan versi Indonesia. JIka Eropa menggunakan alasan embodied deforestation, Indonesia juga dapat menggunakan embodied emisi GHG (karena emisi per kapita Eropa  lebih tinggi dari Indonesia).

Source : Indonesiakita.or.id

Gizi Minyak Sawit Mirip Air Susu Ibu ?

Komposisi asam lemak minyak sawit mirip dengan ASI, sehingga asam lemak palmitat dapat menjadi sumber asam lemak susu formula bayi.

Dalam ilmu gizi, salah satu makanan/minuman yang paling tinggi nilai hayatinya adalah Air Susu Ibu (ASI). Komposisi nutrisi ASI yang seimbang dan lengkap sering digunakan sebagai standar nilai hayati suatu makanan/minuman. Continue reading “Gizi Minyak Sawit Mirip Air Susu Ibu ?”

Cukupkah Hanya Kebun Sawit yang Berkelanjutan?

Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, semua sektor, industri, daerah, poduk/jasa, komoditas harus berkelanjutan. Sayangnya saat ini hanya kebun sawit yang memilik tata kelola dan sertifikasi berkelanjutan

Sejak tahun 2016 lalu sampai tahun 2030, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberlakukan platform pembangunan global yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs 2030), menggantikan platform lama MDGs (Millenium Development Goals). Continue reading “Cukupkah Hanya Kebun Sawit yang Berkelanjutan?”

Tidak Benar : Sawit Melanggar HAM

Banyak cara dilakukan LSM untuk menghancurkan industri perkebunan sawit dan minyak kelapa sawit di Indonesia. Kampanye negatif tidak hanya dilakukan LSM dalam negeri tapi juga luar negeri karena banyak kepentingan yang bermain di dalamnya. Setelah kampanye isu lingkungan dan kelestarian alam, kini kampanye diarahkan pada isu pelanggaran HAM.

Continue reading “Tidak Benar : Sawit Melanggar HAM”

Sawit Minyak Nabati Paling Sehat

Bukti – bukti empiris menyatakan bahwa minyak kelapa sawit baik bagi kesehatan

Berbagai cara terus dilakukan oleh pihak asing untuk menghentikan perkembangan komoditas kelapa sawit, dari mulai isu deforestasi hingga kesehatan. Tapi ternyata tuduhan tersebut adalah pembohongan publik atau tidak berdasarkan fakta. Continue reading “Sawit Minyak Nabati Paling Sehat”

Amnesty Tenurial Kebun Sawit Di Kawasan Hutan

Amnesty tenurial nasional urgen dilakukan untuk mengakhiri konflik dan ketidakpastian tenurial yang telah menghambat investasi dan penerimaan negara

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengklaim banyak kebun sawit yang berada dalam kawasan hutan. Berapa luas dan dimana saja, tak jelas hanya perkiraan-perkiraan saja. Pemerintah memperkirakan sekitar 1 juta hektar. Apakah benar atau tidak seluas itu, tak seorangpun tahu termasuk Pemerintah itu sendiri. Yang jelas pelaku perkebunan apalagi petani sawit protes keras jika disebut kebunnya di kawasan hutan.

Continue reading “Amnesty Tenurial Kebun Sawit Di Kawasan Hutan”

Kelapa Sawit Industri Nasional Yang Tepat

Industri minyak sawit merupakan instrumen yang tepat sebagai penghela pertumbuhan dan sekaligus juga pemerataan ekonomi

Indonesia dianugerahi oleh sumber daya alam yang berlimpah termasuk salah satunya anugerah kondisi geografis. Terletak di bujur katulistiwa, Indonesia termasuk salah satu Negara tropis. Anugrah tersebut dipergunakan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia dengan adil seperti yang tercantum dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pasal 33 ayat (4). Salah satu sektor yang  dapat memanfaatkan sumber daya alam ini yaitu sektor perkelapasawitan. Continue reading “Kelapa Sawit Industri Nasional Yang Tepat”

Restorasi Gambut Berkelanjutan

“Program restorasi gambut berkelanjutan menciptakan manfaat ekonomi, sosial dan ekologis secara seimbang dan inklusif”

Setahun sudah Badan Restorasi Gambut (BRG) dibentuk. Namun sejauh ini belum terlihat secara jelas bagaimana sistem restorasi gambut yang di implementasikan. Yang muncul ke publik hanya bentuk-bentuk pendekatan parsial, pendekatan proyek dan cenderung memelihara ketegangan dan belum mengakamodasikan kepentingan antar stakeholder. Continue reading “Restorasi Gambut Berkelanjutan”

Kebun Sawit Hasilkan Biolistrik Berkelanjutan

Biolistrik sawit menghasilkan manfaat ganda secara berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan

Beruntunglah Indonesia memiliki kebun sawit terluas di dunia. Kebun sawit merupakan salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia. Berbagai produk dan jasa dihasilkan dari kebun sawit. Kebun sawit itu sendiri memberi manfaat jasa lingkungan sebagai bagian dari “paru-paru” lingkungan. Emisi karbondioksida yang dibuang ke udara oleh kendaraan bermotor, pabrik-pabrik termasuk dari pernafasan manusia, diserap tanaman sawit dan dicuci yang kemudian menghasilkan oksigen untuk kebutuhan manusia. Continue reading “Kebun Sawit Hasilkan Biolistrik Berkelanjutan”

ISPO Menjawab Keraguan Sustainability

ISPO membuktikan bahwa kelapa sawit di Indonesia telah sustainable dan Indonesia juga peduli terhadap sustainable

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang diharapkan mengarah pada pencapaian kondisi menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. Pembangunan Perkebunan merupakan bagian integral dari pembangunan, dimana pembangunan perkebunan menyentuh langsung pada masyarakat dan mampu menjadi menyokong bagi perekonomian pedesaan. Continue reading “ISPO Menjawab Keraguan Sustainability”