Apa Itu D100 (Green Diesel)?
D100 adalah istilah untuk bahan bakar solar (green diesel) yang diolah 100% dari minyak sawit menggunakan Katalis Merah Putih — berbeda dari solar biasa yang berbasis fosil, maupun biodiesel B30/B40/B50 yang masih merupakan campuran FAME dengan solar fosil.¹ Nama “D100” merupakan singkatan dari diesel 100, merujuk pada kandungan bahan bakar nabati sebesar 100% di dalamnya.²
Sejarah Produksi Pertama
D100 pertama kali berhasil diproduksi oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Kilang Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau, dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 barel per hari.¹ ³ Keberhasilan ini diumumkan pada Juli 2020, hasil kolaborasi antara Research & Technology Center Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat teknologi Katalis Merah Putih.³
Bahan Baku dan Proses Produksi
D100 diproses dari 100% RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) dengan bantuan katalis dan gas hidrogen, menghasilkan green diesel lewat proses hydrotreating.⁴ Untuk menghasilkan RBDPO, CPO harus melalui proses pemurnian yang menghasilkan sekitar 94% RBDPO dan 5% PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) sebagai produk sampingan.⁵
Hasil Uji Performa
Pada 14 Juli 2020, Pertamina melakukan uji jalan (road test) sejauh 200 kilometer menggunakan kendaraan MPV berbahan bakar diesel, dengan D100 dicampurkan bersama solar dan FAME.⁴ Hasil uji menunjukkan performa mesin yang lebih halus, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi gas buang yang lebih rendah dibanding solar konvensional.⁶ Salah satu keunggulan teknis D100 adalah angka setana (cetane number) yang sangat tinggi, mencapai 79 — jauh di atas solar konvensional yang umumnya berkisar 48–51 — sehingga menghasilkan performa pembakaran mesin yang lebih baik.⁷
D100 vs Biodiesel (FAME): Apa Bedanya?
D100 dan biodiesel B30/B40/B50 sama-sama berasal dari minyak sawit, tapi diproduksi lewat jalur berbeda: D100 diproses lewat hydrotreating (reaksi katalitik dengan hidrogen) sehingga menghasilkan hidrokarbon murni tanpa oksigen, sedangkan biodiesel (FAME) diproses lewat transesterifikasi sehingga masih mengandung oksigen dalam bentuk ester.⁸ Karena sifatnya yang menyerupai solar fosil murni, D100 juga dapat dicampur dalam berbagai proporsi bersama FAME dan solar sekaligus — misalnya notasi “B20D25” berarti campuran mengandung 20% FAME, 25% D100 (green diesel), dan sisanya solar fosil.⁸
Bagian dari Keluarga Bahan Bakar Nabati “Seri 100”
D100 merupakan bagian dari rencana besar Pertamina mengembangkan bahan bakar nabati berbasis 100% sawit untuk berbagai jenis kendaraan:⁸
- D100 — green diesel, pengganti solar
- G100 — green gasoline, pengganti bensin, juga berbasis minyak sawit dan katalis
- J100 — green jet fuel, avtur berbasis 100% minyak inti sawit (PKO) dengan katalis
Rencana Pengembangan Lanjutan
Setelah keberhasilan awal di Kilang Dumai, Pertamina turut menyiapkan kilang lain untuk memperluas produksi green energy berbasis sawit, termasuk pembangunan unit green diesel baru berkapasitas 20.000 barel per hari di Kilang Plaju, serta uji coba produksi green avtur di Kilang Cilacap.⁹ Direktur Utama Pertamina saat itu, Nicke Widyawati, menyebut langkah ini sebagai bukti Indonesia mampu memproduksi bahan bakar renewable pertama yang hasilnya tak kalah dari perusahaan kelas dunia.⁹
Relevansi bagi Industri Sawit Indonesia
D100 menjadi bukti nyata bahwa minyak sawit Indonesia bisa diolah menjadi bahan bakar setara solar fosil murni — bukan sekadar campuran seperti biodiesel konvensional. Keberhasilan ini memperkuat posisi sawit sebagai andalan strategi ketahanan energi nasional sekaligus membuka jalan bagi pengembangan produk green fuel lain berbasis sawit ke depannya, seperti G100 dan J100.
Referensi
¹ Pertamina, “Kilang Dumai Pertamina Hasilkan D100”, https://www.pertamina.com/id/news-room/energia-news/kilang-dumai-pertamina-hasilkan-d100
² SEVA, “Uji Coba D100, Bahan Bakar Green Diesel Besutan Pertamina”, https://www.seva.id/blog/uji-coba-d100-bahan-bakar-green-diesel-besutan-pertamina-072020/3/
³ Pertamina, “Diuji 200 KM, D-100 Hasilkan Performa dan Emisi Lebih Baik”, https://pertamina.com/id/news-room/news-release/diuji-200-km-d-100-hasilkan-performa-dan-emisi-lebih-baik
⁴ Pertamina, “Setelah D-100, Pertamina Targetkan Uji Coba Produksi Green Avtur Akhir Tahun 2020”, https://www.pertamina.com/id/news-room/news-release/setelah-d-100-pertamina-targetkan-uji-coba-produksi-green-avtur-akhir-tahun-2020
⁵ SEVA, “Uji Coba D100, Bahan Bakar Green Diesel Besutan Pertamina”, https://www.seva.id/blog/uji-coba-d100-bahan-bakar-green-diesel-besutan-pertamina-072020/3/
⁶ Kompas, “Jajal Mobil Berbahan Bakar Green Diesel D-100, Menperin: Suara Mesin Halus”, https://money.kompas.com/read/2020/07/20/114648126/jajal-mobil-berbahan-bakar-green-diesel-d-100-menperin-suara-mesin-halus
⁷ Ditjen Migas Kementerian ESDM, “Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Green Fuel”, https://migas.esdm.go.id/post/read/kementerian-esdm-dorong-pengembangan-green-fuel
⁸ SEVA, “Uji Coba D100, Bahan Bakar Green Diesel Besutan Pertamina”, https://www.seva.id/blog/uji-coba-d100-bahan-bakar-green-diesel-besutan-pertamina-072020/3/
⁹ Mongabay Indonesia, “Diesel 100% Hasil Olah Sawit, Energi Berkelanjutan?”, https://www.mongabay.co.id/2020/07/31/diesel-100-hasil-olah-sawit-energi-berkelanjutan/
