< Semua topik
Cetak

Bioavtur Kelapa Sawit

Bioavtur Kelapa Sawit adalah bahan bakar penerbangan ramah lingkungan yang dihasilkan dari campuran avtur (bahan bakar pesawat konvensional berbasis fosil) dengan komponen berbahan baku minyak sawit. Bioavtur merupakan bagian dari kategori bahan bakar yang secara global dikenal sebagai Sustainable Aviation Fuel (SAF).


Bahan Baku dan Proses Produksi

Di Indonesia, bioavtur diproduksi oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menggunakan bahan baku RBDPKO (Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil) — yaitu minyak inti sawit yang telah melalui proses pengolahan pemucatan serta penghilangan asam lemak bebas dan bau.¹ Produksi dilakukan melalui teknologi co-processing di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, yaitu proses mengolah RBDPKO bersama-sama dengan bahan baku avtur fosil dalam satu unit kilang yang sama, tanpa memerlukan pembangunan fasilitas baru secara signifikan.¹ ²


Perjalanan Pengembangan di Indonesia

Riset pengembangan bioavtur oleh Pertamina telah diinisiasi sejak 2010 melalui Research & Technology Innovation Pertamina.¹ Pengembangan produk ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal EBTKE, tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai koordinator riset, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) sebagai sponsor kegiatan, dan Garuda Indonesia sebagai penyedia unit pesawat untuk pengujian.¹


Pada 2021, PT Kilang Pertamina Internasional berhasil memproduksi bioavtur dengan formula SAF J2.4 di Refinery Unit IV Cilacap, dengan kapasitas produksi 1.350 kiloliter per hari.¹ Produk ini kemudian melalui serangkaian pengujian bertahap — mulai dari uji sel bahan bakar di fasilitas Garuda Maintenance Facility (GMF), uji jalan darat (ground run), uji terbang pada pesawat militer CN-235 milik PT Dirgantara Indonesia, hingga akhirnya uji terbang pada pesawat komersial.¹

Puncaknya, pada 27 Oktober 2023, Pertamina bersama Garuda Indonesia melaksanakan penerbangan komersial pertama di Indonesia — sekaligus diklaim menjadi yang pertama di dunia — menggunakan bahan bakar campuran minyak inti sawit, dengan rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Adi Soemarmo, Solo, menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG.³ Hasil uji terbang menunjukkan performa yang setara dengan avtur konvensional, tanpa perbedaan signifikan dalam pengoperasian pesawat.²


Tujuan dan Manfaat

Penggunaan bioavtur bertujuan mengurangi emisi gas buang dari sektor penerbangan, sejalan dengan komitmen Pertamina mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.¹ Selain manfaat lingkungan, pemanfaatan komponen minyak sawit dalam bioavtur juga berpotensi mendorong perkembangan industri hilir sawit dan perekonomian dalam negeri.¹

Sebagai konteks skala kebutuhan global, sejumlah pakar memperkirakan industri penerbangan akan membutuhkan sekitar 450 miliar liter SAF per tahun pada 2050 agar bahan bakar jenis ini dapat berkontribusi sekitar 65% terhadap target mitigasi emisi net-zero sektor penerbangan dunia.⁴


Tantangan Pengembangan di Indonesia

Meski Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia memiliki potensi bahan baku yang besar, pengembangan produksi bioavtur secara masif masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan teknologi, biaya produksi, dan kerangka regulasi, sementara permintaan domestik saat ini masih relatif rendah.⁵ Pemerintah Indonesia turut mendorong pengembangan ini melalui program insentif fiskal untuk produksi SAF berbasis minyak sawit yang diproses bersama avtur fosil di kilang hijau Cilacap.⁶


Referensi

¹ Indonesia.go.id, “Mengukir Sejarah Melayang dengan Bioavtur”, https://indonesia.go.id/kategori/editorial/7735/mengukir-sejarah-melayang-dengan-bioavtur?lang=1
² Kompas.com, “SAF, Bioavtur Minyak Sawit Pertama Bikinan Pertamina, Diuji Coba Perdana di Pesawat Garuda”, https://money.kompas.com/read/2023/10/28/090000526/saf-bioavtur-minyak-sawit-pertama-bikinan-pertamina-diuji-coba-perdana-di?page=all
³ Media Indonesia, “Sustainable Aviation Fuel, Bioavtur Pertamina untuk Penerbangan Ramah Lingkungan”, https://mediaindonesia.com/humaniora/625016/sustainable-aviation-fuel-bioavtur-pertamina-untuk-penerbangan-ramah-lingkungan
⁴ Indonesiana.id, “Bahan Bakar Pesawat dari Campuran Minyak Sawit”, https://www.indonesiana.id/read/177885/bahan-bakar-pesawat-dari-campuran-minyak-sawit
⁵ PT Citra Cendekia Indonesia, “Perkembangan Bioavtur di Indonesia dan Dunia”, http://cci-indonesia.com/perkembangan-bioavtur-di-indonesia-dan-dunia/
⁶ ICCT, “Program Insentif Fiskal untuk Memproduksi Bioavtur”, https://theicct.org/wp-content/uploads/2025/11/ID-513-%E2%80%93-Indonesia-SAF-BH_brief_final.pdf

Daftar Isi