< Semua topik
Cetak

Dura, Tenera, dan Pisifera

Dura, Tenera, dan Pisifera adalah tiga tipe kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang diklasifikasikan berdasarkan ketebalan cangkang (shell) buahnya. Tipe pisifera pada dasarnya tidak memiliki inti dan cangkang, tenera mempunyai ketebalan cangkang 1–2,5 mm, dan tipe dura memiliki cangkang tebal (2–5 mm).¹ Ketiganya berperan penting dalam program pemuliaan tanaman sawit untuk menghasilkan bibit unggul.


Dura

Dura memiliki cangkang tebal dengan daging buah (mesokarp) yang relatif tipis dibanding tipe lainnya, serta inti (kernel) yang besar. Karena kandungan kernelnya tinggi, Dura sering menjadi sumber utama produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO). Dalam program pemuliaan, Dura berperan sebagai induk betina yang disilangkan dengan Pisifera untuk menghasilkan Tenera.


Pisifera

Pisifera pada dasarnya tidak memiliki cangkang yang meliputi inti sawitnya — bagian buahnya hanya terbentuk dari mesokarp berwarna kuning (daging buah) dan sebagian inti berwarna putih.² Karena tidak memiliki cangkang, bunga betina Pisifera umumnya steril/tidak fertil, sehingga tipe ini jarang menghasilkan tandan buah secara alami dan tidak dibudidayakan langsung untuk produksi komersial. Dalam program pemuliaan, Pisifera berfungsi sebagai induk jantan (sumber serbuk sari) yang disilangkan dengan Dura.


Tenera: Hasil Persilangan Unggul

Persilangan antara sawit Dura dan Pisifera menghasilkan turunan hibrida yang dinamakan Tenera.² Tenera mewarisi sifat terbaik dari kedua induknya: cangkang tipis seperti Pisifera, namun bunga betina yang tetap fertil seperti Dura, sehingga mampu menghasilkan tandan buah secara normal.

Secara genetik, sifat ini dikendalikan oleh satu gen tunggal pengatur ketebalan cangkang. Dura bersifat homozigot (ShSh), Pisifera homozigot resesif (shsh), sedangkan Tenera adalah heterozigot (Shsh) hasil persilangan keduanya.

Keunggulan utama Tenera adalah produktivitas minyaknya. Buah Tenera hibrida menghasilkan minyak sekitar 30% lebih banyak dibandingkan kedua induknya.² Beberapa varietas Tenera unggul bahkan memiliki persentase daging per buah mencapai 90% dengan kandungan minyak per tandan bisa mencapai 28%.⁴


Mengapa Tenera Menjadi Pilihan Utama Industri

Hampir seluruh perkebunan sawit komersial di Indonesia dan dunia saat ini menggunakan bibit Tenera. Selain rendemen minyaknya yang tinggi, cangkang Tenera yang tipis lebih mudah dipecahkan di pabrik pengolahan tanpa merusak mesin. Sebaliknya, tipe Dura memiliki rendemen sekitar 16%, dan minyak inti sawitnya (PKO) sulit dimanfaatkan karena cangkangnya sulit dipecahkan dan dapat merusak mesin pabrik.³


Relevansi bagi Industri Sawit Indonesia

Pemilihan bibit unggul Tenera bersertifikat, yang dihasilkan dari sumber benih dengan koleksi induk Dura dan Pisifera terpilih, menjadi salah satu faktor penentu produktivitas kebun sawit di Indonesia. Penggunaan bibit ilegal atau tidak bersertifikat — yang seringkali bertipe Dura asalan — berisiko menurunkan produktivitas dan rendemen minyak yang dihasilkan petani dalam jangka panjang.


Referensi

¹ Jurnal INSTIPER, “Kajian Karakteristik 3 Varietas Kelapa Sawit di Tanah Podsolik”, https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/download/904/542/5301
² Akvopedia, “Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan / Tenera, Dura, dan Pisifera”, https://akvopedia.org/wiki/Budidaya_Kelapa_Sawit_Berkelanjutan_/_Tenera,_Dura,_dan_Pisifera
³ Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, “Tenera: Tipe Sawit Unggul Untuk Komersil”, https://disbun.kaltimprov.go.id/artikel/tenera-tipe-sawit-unggul-untuk-komersil
⁴ PKT Group, “Pengertian Kelapa Sawit dan Jenis-Jenis Kelapa Sawit”, https://pkt-group.com/sawitnotif/pengertian-kelapa-sawit-dan-jenis-jenis-kelapa-sawit/

Daftar Isi