Proses Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) Menjadi Crude Palm Oil (CPO)
Proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) merupakan serangkaian tahapan mekanis dan termis yang bertujuan untuk memisahkan minyak dari daging buah (mesokarp) dengan tingkat efisiensi setinggi mungkin serta menjaga kadar asam lemak bebas (ALB) tetap rendah.
Berikut adalah tahapan sistematis dalam pabrik kelapa sawit:
1. Penerimaan Buah (Fruit Reception)
TBS yang berasal dari perkebunan diangkut menggunakan truk dan ditimbang di jembatan timbang untuk mengetahui berat kotor dan bersih. Setelah itu dilakukan proses sortasi untuk memastikan tingkat kematangan buah sesuai standar sebelum dimasukkan ke dalam loading ramp¹.
2. Sterilisasi (Sterilization)
TBS dimasukkan ke dalam bejana uap tekan (sterilizer) menggunakan uap air jenuh pada tekanan sekitar 2,8–3,0 kg/cm². Proses ini bertujuan untuk:
- Menghentikan aktivitas enzim lipase yang memicu kenaikan asam lemak bebas (ALB)
- Memudahkan pelepasan brondolan dari janjang
- Melunakkan daging buah agar minyak lebih mudah diekstraksi²
3. Penebahan (Threshing)
Buah yang telah disterilasi kemudian diproses di mesin thresher (bantingan). Pada tahap ini, brondolan dipisahkan dari janjangan kosong (empty fruit bunch) melalui mekanisme rotasi dan bantingan. Janjangan kosong selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik³.
4. Pelumatan (Digestion)
Brondolan masuk ke dalam tangki digester yang dilengkapi dengan pisau pengaduk. Proses dilakukan pada suhu tinggi (±90–95°C) untuk menghancurkan struktur sel daging buah (mesokarp) sehingga minyak dapat dilepaskan dan mempermudah proses ekstraksi selanjutnya⁴.
5. Penekanan (Extraction/Pressing)
Massa buah yang telah dilumatkan kemudian diproses menggunakan screw press. Dari proses ini dihasilkan campuran minyak, air, dan padatan (sludge), serta ampas berupa serat (fiber) dan biji (nut)⁵.
6. Pemurnian Minyak (Clarification)
Cairan hasil pengepresan selanjutnya masuk ke tahap klarifikasi untuk memisahkan minyak dari air dan kotoran. Proses ini umumnya melibatkan:
- Sand Trap Tank untuk pengendapan pasir
- Continuous Clarifier Tank untuk pemisahan berdasarkan berat jenis
- Pemisahan lanjutan seperti centrifuge atau vacuum drying untuk menurunkan kadar air dan kotoran⁶
7. Pengambilan Inti Sawit (Kernel Recovery)
Ampas hasil pengepresan diproses lebih lanjut untuk memisahkan serat dan biji menggunakan depericarper. Biji kemudian dipecah (ripple mill), dan inti sawit (kernel) dipisahkan melalui metode seperti hidrosiklon atau claybath sebelum dikeringkan sebagai produk sampingan⁷.
Referensi
¹ Pre-treatment of Oil Palm Fruits: A Review
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260877414002635
² Minimizing Water Consumption in Oil Palm Sterilization Using Direct Steaming
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0260877421003307
³ Effects of Sterilization Time on Fruit Separation and CPO Quality
https://www.akademiabaru.com/submit/index.php/aram/article/view/1872
⁴ Palm Oil Processing (FAO Corporate Document Repository)
https://www.fao.org/3/Y4355E/y4355e04.htm
⁵ Recovery of Residual Oil from Palm Oil Mill Effluent Using Polypropylene Nanofiber
https://grdspublishing.org/index.php/matter/article/view/1784
⁶ Recent Advances in Palm Oil Milling and Clarification Processes
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0926669023015200
⁷ Palm Oil Mill Effluent Treatment Processes—A Review
https://www.mdpi.com/2227-9717/9/5/739