Kebun Sawit Hasilkan Biolistrik Berkelanjutan

Biolistrik sawit menghasilkan manfaat ganda secara berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan

Beruntunglah Indonesia memiliki kebun sawit terluas di dunia. Kebun sawit merupakan salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia. Berbagai produk dan jasa dihasilkan dari kebun sawit. Kebun sawit itu sendiri memberi manfaat jasa lingkungan sebagai bagian dari “paru-paru” lingkungan. Emisi karbondioksida yang dibuang ke udara oleh kendaraan bermotor, pabrik-pabrik termasuk dari pernafasan manusia, diserap tanaman sawit dan dicuci yang kemudian menghasilkan oksigen untuk kebutuhan manusia.

Kebun Sawit Hasilkan Biolistrik Berkelanjutan

Dari minyak sawit ratusan produk dihasilkan untuk kebutuhan manusia. Mulai dari bahan pangan (misalnya minyak goreng, mentega, shortening, specialty fat, yang dipakai industri pangan, dll), bahan pembersih (sabun, deterjen, shampo, dll), bahan farmasi (vitamin A, Vitamin E, dll), pelumas, hingga energi (biodiesel, biopremium, bioavtur, dll).

Tidak hanya produk utamanya yang memberi manfaat, produk sampingan yang sering disebut limbah seperti tandan kosong, limbah cairo pabrik (LCKS) juga sudah dimanfaatkan untuk menghasilkan biolistrik untuk kebutuhan listrik pedesaan di sekitar kebun. Limbah PKS dibangun tanki biogas untuk menghasilkan biogas methan dan selanjutnya digunakan untuk membangkitkan listrik. Saat ini banyak perkebunan sawit di berbagai sentra kebun sawit nasional seperti di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan telah menghasilkan biolistrik sawit. Dan saat ini kedepan, pembangunan biolistrik sawit masih berlanjut.

Berdasarkan pengalaman dari kapasitas PKS 120 ton TBS/jam dapat menghasilkan sekitar 2 Megawatt (MW) biolistrik. Itu berarti untuk setiap 15 ribu hektar kebun sawit dapat menghasilkan 2 MW biolistrik. Dapat dibayangkan dengan luas kebun sawit Indonesia 11 juta hektar berapa MW biolistrik dapat dihasilkan.

Produksi biolistrik sawit tersebut menciptakan manfaat ganda. Pemanfaatan limbah untuk biolistrik membersihkan lingkungan, mengurangi emisi  karbon sawit, melestarikan kehidupan mikroba dalam tanki biogas. Ketersedian biolistrik dikawasan pedesaan menjadi bagian dari ketahanan energi pedesaan yang berbasis bahan energi lokal dan terbarukan,  menggerakkan ekonomi daerah, mengurangi ketergantungan energi fosil dan mengurangi emisi karbon akibat penggunaan energi fosil. Ketersedian biolistrik ini juga membantu Pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di pedesaan.

Manfaat tersebut akan dinikmati secara berkesinambungan. Sepanjang matahari masih bersinar, kebun sawit akan tetap bertumbuh dan berproduksi, roda pabrik sawit berputar, dan manfaat ganda tersebut akan dinikmati masyarakat secara berkesinambungan.

Dengan kata lain, biolistrik sawit merupakan salah satu contoh penyediaan energi yang berkelanjutan. Bekelanjutan secara ekonomi, berkelanjutan secara sosial dan berkelanjutan secara ekologis. Oleh karena itu pemerintah perlu memfasilitasi, mendukung dan melindungi industri sawit nasional.

Source : Sawit.or.id