GAPKI Optimis Industri Kelapa Sawit 2019 Menjadi Lebih Baik

JAKARTA – Pelaku usaha industri minyak sawit Indonesia khususnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) tetap optimistis pada tahun 2019 industri sawit Indonesia tetap memiliki prospek yang baik. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam Jumpa Pers Gapki “Refleksi Industri Kelapa Sawit 2018 dan Prospek 2019 di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Hadir dalam acara tersebut selain Joko Supriyono, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun, Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Dono Boestami, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan, Sekjen Gapki Kanya Lakshmi Sidarta, dan Direktur Executive Gapki Mukti Sardjono.

Optimisme tersebut dikarenakan produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dalam negeri pada tahun lalu yang mencapai rekor tertinggi sebanyak 43 juta ton.

“Produksi CPO pada tahun 2018 mencapai 43 juta ton naik sebesar 12% dibanding produksi tahun 2017 yang 38 juta ton,” ujar Joko Supriyono.

Meski tetap optimistis, Joko memprediksi produksi minyak kelapa sawit tahun ini tidak bakal sebesar tahun lalu. “Kami perkirakan produksi 2019 tidak akan sebanyak 2018 yang mengalami peningkatan 4 juta lebih. Mungkin hanya naik 5%,” katanya.

Joko mengatakan, pada tahun 2019 ini program kerja Gapki akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan investasi, meningkatkan ekspor khususnya ke pasar non tradisional, meningkatkan produktivitas nasional dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan ekonomi.

“Kami akan terus melakukan perbaikan iklim usaha dalam negeri melalui advokasi sinkronisasi kebijakan dan regulasi pemerintah,” katanya.

Gapki, lanjut dia, juga akan terus melakukan advokasi atas berbagai regulasi di daerah, mendorong percepatan implementasi Sustainability/ISPO, mendorong peningkatan dan pengembangan ekspor serta penanganan berbagai hambatan perdagangan di pasar global.

Berkaitan dengan pengalaman tahun 2018 di mana tekanan kampanye negatif makin gencar dan mengancam citra industri sawit, Joko menegaskan bahwa Gapki juga akan memperluas kampanye positif sawit, baik di dalam negeri maupun di berbagai negara tujuan ekspor utama.

Yang terakhir, lanjut Joko, Gapki akan mendorong dan ikut menyukseskan program Replanting atau peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dicanangkan oleh pemerintah dengan mendorong para anggota melakukan replanting serta turut aktif membina petani swadaya melakukan PSR.

“Dengan memperhatikan berbagai tantangan yang dihadapi tahun 2018 serta berbagai langkah yang telah dan dilakukan, ke depan khususnya implementasi B20 dan ada kemungkinan akselerasi B30 di 2019 maka Gapki optimistis tahun 2019 industri kelapa sawit akan lebih baik,” kata Joko Supriyono. (gor)

Source : id.beritasatu.com | Gapki Optimistis Prospek Industri Sawit 2019 Tetap Baik

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps