MITOS 8-12 : Penggunaan Minyak Sawit Hanya Terbatas Sebagai Minyak Goreng

Penggunaan minyak sawit hanya terbatas sebagai minyak goreng. (MITOS 8-12)

FAKTA – Minyak sawit merupakan minyak nabati yang dapat digunakan berbagai penggunaan baik sebagai bahan pangan (edible oil), farmasi, kesehatan, toiletries dan kosmetik (health product) maupun produk bahan bakar & pelumas (non edible). Selain minyak goreng (cooking oil), bahan pangan lain juga menggunakan minyak sawit seperti margarine, trans-free margarine, palm based pourable margarine, reduced fat spreads, shortening, vanaspati, palm based youghurt, ice cream dan lainnya (Tabel 8.5).

Selain untuk bahan pangan, minyak sawit juga menjadi sumber atau bahan untuk menghasilkan produk farmasi (vitamin E, provitamin A, micro encapsulated, antioksidan dan lain-lain), produk kosmetik (sabun cuci, sabun mandi, sabun transparan, body scrub, body deodorant, colour cosmetic, sampo, konditioner).

Selain itu minyak sawit juga dapat digunakan menjadi bahan produk bahan bakar dan pelumas (biodiesel fuel, hydraulic fluid, gear oil, chainsaw oil, biogas dan lainnya). Dengan demikian minyak sawit bukan hanya untuk minyak goreng saja. Aplikasi minyak sawit sangat luas baik dalam industri pangan, kesehatan, kosmetik maupun industri energi/biomaterial. Ratusan produk yang dapat dihasilkan dari minyak sawit saat ini. Di masa yang akan datang, produk-produk yang dihasilkan atau menggunakan minyak sawit masih akan bertambah dengan makin intensifnya penelitian-penelitian pengembangan produk.

Mitos & Fakta (MITOS 8-12)

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps