Biodiesel 100% (B100) Diyakini Akan Lebih Murah & Ramah Lingkungan

JAKARTA – Wacana pengembangan bahan bakar B100 yang tengah dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, diklaim memiliki tingkat efisiensi yang sangat tinggi dibanding bahan bakar fosil.

Hal tersebut diungkapkan Mentan Andi Amran Sulaiman yang mengungkap B100 memiliki keunggulan lebih efiesien dibanding bahan bakar fosil seperti solar yang banyak dipasarkan saat ini. B100 sendiri bisa menjadi alternatif yang menguntungkan bagi para pemilik mobil.

Perbandingan yang bisa dihasilkan antara bahan bakar fosil dengan B100 perbandingan 1 liter keduanya menghasilkan jarak tempuh yang berbeda. “Bahan bakar fosil mampu menempuh jarak 9,4 kilometer sedangkan B100 mampu mencapai jarak 13 kilometer per liter.

Biodisel B100 merupakan bahan bakar yang berasal dari CPO (Crude Palm Oil) dengan kandungan 100% CPO dengan rendemennya 87%. Dengan kandungan tersebut Selain itu, penggunaan B100 diyakini akan lebih murah, ramah lingkungan, dan dapat mensejahterakan petani sawit, serta tentunya menghemat devisa. Karenanya, adanya B100 ini dipastikan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebelumnya produsen automotif nasional telah menyesuaikan mesin diesel untuk regulasi B20 yang telah diluncurkan pemerintah. Sedikit keluhan para pemilik mobil, hasil pembakaran internal mesin menggunakan bahan bakar B20 menghasilkan kerak yang cukup cepat, dan penggantian filter bahan bakar yang lebih pendek. (muf)

Source : news.okezone.com | Mobil Minum B100, Diklaim Dongkrak Efisiensi Bahan Bakar | Video by Youtube

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps