Perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak akan mungkin memperkerjakan anak anak selain melanggar hukum jenis pekerjaan di perekebunan kelapa sawit di luar kemampuan anak anak. Banyak pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan oleh anak anak.

Tata kelola di perusahaan juga tidak dimungkinkan penggunaan tenaga kerja anak-anak karena salah satu syarat untuk tenaga kerja di Indonesia adalah tenaga kerja dewasa yang memiliki KTP.

Demikian bagian dari sambutan Pelaksana Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Agus Tripiyono dalam pembukaan Regional Workshop Road To May Day 2019, Sawit Indonesia Ramah Anak, yang dilaksanakan di Hotel Santika Medan, 28 Maret 2019. Anak sebagai makhluk Tuhan dan sebagai generasi Penerus bangsa, harus terjamin HAM dan kesejahterannya, tambahnya lagi.

Acara tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, Hj. Nurlela, Project Assistant ILO for Sumatera Utara, Irfan Afandi, Adi Sumantri mewakili PT. PP Lonsum dan Sony Sucihati dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) sebagai narasumber.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, Sumarjono Saragih menyatakan bahwa GAPKI sebagai organisasi yang bergerak dalam industri kelapa sawit berkomitmen untuk menghormati dan mendukung pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak di semua kegiatan usaha dan hubungan usahanya di rantai pasok. GAPKI siap bekerjasama dengan lembaga lembaga pemerintah, NGO, Serikat Pekerja dalam menciptakan dan mendukung Sawit Indonesia Ramah Anak.

Perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah menjadi salah satu penopang ekonomi bangsa yang memberikan kontribusi ekonomi dalam pembangunan daerah dan nasional. Kelapa Sawit menjadi penyumbang devisa terbesar dan menyerap banyak tenaga kerja.

Perkebunan kelapa sawit juga turut serta berperan membantu pemerintah meningkatkan Pendidikan dan kesehatan masyarakat yakni dengan dalam menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah perkebunan yang merupakan daerah daerah terpencil.

Namun, Industri Perkebunan Kelapa Sawit banyak diserang oleh isu-isu negatif salah satunya terkait dengan pekerja anak, perlindungan anak dan kesejahteraan anak di perkebunan. Pemberitaan pemberitaan negatif, temuan-temuan serta laporan NGO yang masih banyak cenderung mendiskreditkan industri perkebunan kelapa sawit.

Acara yang dihadiri peserta dari perusahaan anggota GAPKI juga melibatkan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Pemerintahan, Serikat Pekerja, Asosiasi Petani dan Media Masa. Perwakilan LSM berharap bahwa dalam pengelolaan bisnis harus tetaplah berpedoman dalam penegakan prinsip HAM, terutama dalam hal ini terkait dengan kesejahteraan anak-anak di perkebunan kelapa sawit.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan GAPKI menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2019. Eko Sanjaya Tamba

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps