GAPKI : Mau Ekspor CPO Ke Timur Tengah & Afrika Tapi Masih Ada Kendala!

Direktur Eksekutif Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono mengatakan masih ada sejumlah kendala saat mengekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke pasar baru di Timur Tengah dan Afrika.

“Pasar baru kita buka di Timur Tengah berpotensi, kemudian Afrika,” katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu, (10/7/2019).

Mukti Sardjono mengatakan bahwa upaya untuk menembus pasar Afrika membutuhkan pendekatan yang berbeda karena pada umumnya mereka membutuhkan minyak kelapa sawit dalam bentuk kemasan.

Karena itu, kata dia, yang perlu diekspor sudah dalam bentuk produk yang siap digunakan, seperti minyak goreng.

Untuk dapat mengekspor minyak goreng tersebut, mereka membutuhkan bantuan pemerintah karena ekspor dalam bentuk kemasan membutuhkan biaya lebih tinggi.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi untuk mengekspor CPO ke Afrika adalah tidak adanya tangki untuk menampung CPO yang diekspor dengan kapal.

“Mereka tidak punya tangki. Jadi kalau kita ekspor dengan kapal itu mereka tidak ada tempat untuk menampung,” kata dia.

Sementara itu, tantangan ekspor di Timur Tengah adalah kurangnya kerja sama bilateral.

“Kemarin banyak. Kalau sekarang menurun. Mungkin kalau ada kerja sama bilateral Indonesia dengan masing-masing negara, mungkin akan lebih mudah,” kata dia.

Dia mengatakan penyerapan CPO di dua kawasan tersebut belum signifikan karena infrastruktur yang belum siap. Namun, dia memperkirakan potensi serapan CPO di dua kawasan tersebut bisa mencapai lebih dari 1 juta ton CPO.

Source : Akurat.co | GAPKI: Banyak Kendala Mengekspor Sawit ke Timur Tengah dan Afrika

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps