GAPKI: Jangan Sampai Kebun Sawit Identik dengan Kebakaran Hutan

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bakal terjadi setiap tahun. Apalagi sejak tahun 2015 karhutla terjadi dimana-mana. Ada di konsesi perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan di luar konsesi.

Menariknya fenomena karhutla dari tahun 2015 hingga tahun ini paling besar terjadi di luar konsesi perkebunan dan HTI. Untuk itu butuh program pencegahan yang komprehensif dan melibatkan banyak pihak.

“Jangan sampai kebakaran identik dengan kebun sawit, itu mainset yang salah karena Kebakaran bisa terjadi dimana saja,” ujar Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Rabu (13/11).

Pencegahan karhutla berbasis klaster dinisiasi oleh Menko Perekonomian. Penanggulangan karhutla tidak bisa dikerjakan oleh perusahaan sawit atau HTI. Sehingga dibutlah klaster supaya semua unsur. Apa itu perkebunan, HTI, masyarakat dan taman nasional harus menjadi kesatuan dalm pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Menurutnya, inisiatif ini bagus namun program ini tidak jalan. Meskipun jalan, tapi terseok-seok. “Propinsi Riau yang jalan hanya satu Kabupaten Pelalawan. Hasilnya daerah tersebut relative aman dari kebakaran,” tandasnya.

Dia menjelaskan inisiatif pemerintah musti diperkuat baik dari aspek regulasi maupun implementasi di lapangan.

Kemudian pencegahan karhutla berbasis masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Bebas Api. “Pelibatan masyarakat itu sudah benar kareha areal kebakarn berada dimana-mana. Masyrakat harus menjadi bagian pencegahan maupun pemadaman kebakaran,” ungkap Joko. (*/Dry) Bantolo/Indonesiainside.id

Sumber: indonesiainside.id | GAPKI: Sawit Jangan Sampai Kebakaran Identik dengan Kebun Sawit

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps