INPRES Nomor 6 Tahun 2019: Pengusaha Optimis Masalah Sawit Bisa Terselesaikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) Tahun 2019-2024. Pengusaha kelapa sawit pun optimistis permasalahan di industri sawit bisa terselesaikan. “Tujuan dari Inpres ini bagus, baik untuk pendataan, infrastruktur, dan juga menyelesaikan berbagai permasalahan di industri sawit,” kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono kepada Katadata.co.id, Kamis (28/11).

Dia pun berharap para menteri yang diberikan instruksi oleh Presiden dapat segera menyiapkan rencana aksinya. Dengan demikian, tujuan Inpres tersebut dapat terlaksana yakni meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun, serta menyelesaikan masalah status dan legalisasi lahan. Penerbitan Inpres juga bertujuan untuk mendorong pemanfaatan kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan (EBT), serta meningkatkan diplomasi sawit, dan mempercepat tercapainya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Presiden telah mengamanatkan sejumlah menteri terkait, untuk membentuk tim nasional pelaksanaan RAN-KSB. Kemudian memperkuat data perkebunan kelapa sawit, meningkatkan akses pendanaan, peremajaan tanaman, hingga sosialisasi sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia (Indonesia Sustainable Palm Oil/ISPO). Selain Inpres, pemerintah juga bakal mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai ISPO. Salah satu aturan dalam Perpres tersebut yaitu petani wajib mengantongi sertifikat ISPO yang proses untuk mendapatkannya akan didukung pembiayaan dari pemerintah.

Kewajiban sertifikasi ISPO menjadi bukti bahwa produk kelapa sawit petani diolah secara berkelanjutan. Pemerintah berharap, Perpres mengenai kewajiban ISPO keluar dalam waktu dekat. Regulasi tersebut juga akan mengatur tentang masalah tumpang tindih lahan kelapa sawit yang terindikasi sebagai kawasan hutan, yang kerap menjadi alasan penggundulan hutan atau deforestasi. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, terdapat 3,2 juta hektare lahan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan. Dari jumlah tersebut, 735 ribu hektare dalam proses pelepasan. Reporter: Rizky Alika

Source: katadata.co.id | Inpres Sawit Berkelanjutan Diyakini akan Selesaikan Masalah Industri | Picture by tropis.co

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps