Wamendag Temui GAPKI Guna Melanjutkan Pembahasan IEU-CEPA di Brussels

Jakarta – Kementerian Perdagangan melakukan audiensi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam rangka mempersiapkan kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga ke Brussels, Belgia pada Sabtu (30/11/2019) untuk membahas kelanjutan perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Wakil Ketua Umum GAPKI, Togar Sitanggang, menyebut pada audiensi yang dilakukan pada Rabu (27/11/2019) di kantor Kementerian Perdagangan itu pihaknya memastikan bahwa pemerintah tetap memasukkan produk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dalam perundingan IEU-CEPA.

Pihaknya menyadari bahwa pembahasan CPO yang berlarut-larut selama ini dikeluhkan oleh banyak pelaku usaha yang menginginkan agar IEU-CEPA bisa segera diselesaikan agar produk-produk Indonesia bisa semakin kompetitif di pasar Benua Biru.

Namun, di sisi lain pihaknya juga tidak ingin pembahasan tersebut akhirnya terhenti dan Pemerintah Indonesia menerima begitu saja diskriminasi UE yang akhirnya terbukti melalui bocornya dokumen internal mengenai Delegated Act-Renewable Energy Directive (RED) II di Palm Oil Monitor.

Diskriminasi tersebut tercermin dari adanya indikasi UE bakal memperlakukan minyak kedelai secara berbeda dengan CPO. Minyak kedelai dimasukkan sebagai minyak nabati yang berkategori berkelanjutan bersama minyak biji bunga matahari dan biji rapa yang diproduksi oleh negara-negara anggota UE.

“[Dalam audiensi] kami menyamakan persepsi dan menegaskan kembali posisi GAPKI seperti apa terkait dengan IEU-CEPA. Kita menginginkan pembahasan dan kesepakatan mengenai CPO dalam perundingan IEU-CEPA tetap berada di dalam koridornya jangan sampai dikesampingkan karena ekspor CPO ini besar pengaruhnya bagi perekonomian Indonesia,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (28/11/2019).

Adapun pada audiensi yang berlangsung singkat itu, Togar menyebut tidak ada hal khusus yang disampaikan oleh Wamendag Jerry kepada GAPKI. Doktor Ilmu Politik termuda dari Universitas Indonesia (UI) itu hanya mendengarkan serta mencatat poin-poin penting terkait dengan pembahasan CPO di perundingan IEU-CEPA yang sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu.

“Tidak ada hal khusus yang disampaikan, tidak ada yang baru, hanya mendengarkan dan mencatat saja untuk persiapan sebelum berangkat ke Brussels nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Wamendag Jerry Sambuaga menyebut tujuan dari audiensi dengan GAPKI adalah mendapatkan masukan sebelum dirinya bertolak ke Brussels untuk membahas lebih lanjut perkembangan dari perundingan IEU-CEPA dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Namun sayang, dia enggan memberikan keterangan lebih lanjut siapa pemangku kepentingan yang dimaksud.

“Ya kami akan bertemu dengan stakeholders lah disana, nanti update-nya setelah pulang dari sana (Brussels). Untuk pertemuan dengan GAPKI itu tadi hanya audiensi, dalam arti courtesy call kepada saya untuk menyamakan persepsi soal isu CPO di UE. Karena saya ini yang akan memimpin perundingan IEU-CEPA,” katanya ketika ditemui awak media di Jakarta.

Dia meyakini bahwa Indonesia bisa menyelesaikan perundingan IEU-CEPA sekaligus persoalan diskriminasi CPO secara bersamaan. Adapun, untuk perundingan IEU-CEPA pihaknya optimistis bisa dituntaskan pada pertengahan 2020 sehingga akses pasar bagi pelaku usaha ke EU semakin terbuka lebar.

“Kami pikir kenapa tidak [keduanya] bisa diselesaikan? Ini kan kepentingan rakyat, kepentingan bangsa Indonesia. Kami pastikan semuanya bisa berjalan beriringan dan tentunya dengan mendengar masukan dari seluruh pihak yang terkait ya,” tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menegaskan bahwa pembahasan mengenai CPO tidak akan dikesampingkan dalam perundingan IEU-CEPA.

“Tidak ada yang men-drop pembahasan mengenai CPO dalam perundingan IEU-CEPA baik untuk penurunan bea masuk maupun [isu] sustainability,” katanya kepada Bisnis.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang penting dalam perundingan IEU-CEPA.

Dia menyebut Indonesia merupakan konsumen terbesar dari produsen pesawat terbang asal Perancis, Airbus saat ditanya mengenai diskriminasi CPO oleh EU yang menjadi batu sandungan terbesar terwujudnya kemitraan tersebut. Rezha Hadyan/Bisnis.com

Sumber: ekonomi.bisnis.com | Lanjutkan Pembahasan IEU-CEPA di Brussels, Wamendag Temui Pengusaha Sawit

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps