DARI ITALY UNTUK SAWIT INDONESIA : Italy adalah bagian dari negara Uni Eropa (UE)

UE memang bukan sahabat bagi sawit. Ada idiologi anti sawit di sana. Namun Italy sedikit lebih bersahabat.

Tapi kita tak boleh habis akal. Mengejar kuda harus pake kuda. Menggandeng orang atau organisasi global satu cara masuk ke UE.

Hari ini ada panggung di Turin, Italy. Digagas ILO (International Labour Organisation). Salah satu organ PBB yang mengurusi buruh. Suhu dingin 6° tak bersahabat. Di ruangan ITC ILO di Turin. Jam 11 pagi hadir 100 orang lebih dari 38 negara. Ada High Level Panel: Promotion Decent Work in Rural Economy. Alias Promosi Kerja Layak (Sawit) di Pedesaan.

Sebagai panelis, saya mewakili sawit Indonesia. Bersama 5 panelis lain dari berbagai negara. Ada juga panelis dari organisasi penting Dunia: FAO, IFAD, ILO mendampingi juga delegasi Mexico dan Zambia.

Kesempatan penting menampilkan wajah sawit yang sebenarnya. Stigma buruk akibat kampanye negatif dan hitam harus di-counter. Salah satu cara, menyampaikan capaian upaya perbaikan. Ada banyak hal baik yang sudah dicapai. Namun belum dibarengi dengan upaya publikasi khususnya global. Ini kesempatan bagus menyampaikan buah kerjasama GAPKI-Buruh-Petani bersama ILO.

Terhitung sejak 2016 ragam aksi ILO-GAPKI-Buruh sudah dilakukan. Ada pelatihan, workshop, promosi dan implementasi. Apresiasi kita kepada ILO Indonesia, sudah menjadi mitra penting dalam upaya merubah wajah sawit khususnya aspek buruh. Bahkan diberi panggung publikasi langsung di negara UE.

Untuk diketahui, tuduhan UE dan masyarakat global atas sawit kita cukup banyak. Lingkungan, kesehatan, sosial dan manusia. Dalam aspek manusia kita dituduh melakukan praktek yang jauh dari kerja layak atau ‘decent work’ yang sudah menjadi acuan global (ILO/PBB).

Merubah wajah sawit Indonesia perlu upaya gotong royong. Perbaikan dalam negeri dan diplomasi global. Anda tertarik menjadi bagian kerja besar ini? Ini urusan menyelamatkan 16.2 juta manusia yang hidup dari sawit. Juga menjaga industri sawit yang ‘terlanjur’ jantung ekonomi dan devisa negara.

Sumarjono Saragih
Ketua Bidang Ketenagakerjaan

EnglishIndonesia