Laporan – Ngobrol Bareng GAPKI Sesi 6: Peningkatan Efektivitas & Efisiensi PKS: Prinsip, Peluang & Terobosan

NGOBROL BARENG GAPKI SESI 6

“PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PKS: PRINSIP, PELUANG DAN TEROBOSAN”28 Juli 2020

Pabrik Kelapa Sawit atau dikenal dengan sebutan PKS  merupakan salah satu titik penting dalam rantai olah  industri minyak sawit.  Sifat  tandan buah segar (TBS) yang fragile memerlukan kesiapan pengolahan yang prima. PKS yang tidak prima dapat menyebabkan kerugian baik karena kehilangan minyak, penurunan mutu minyak maupun penambahan biaya.

Biaya operasional PKS akan terus bertambah karena upah dan bahan terus meningkat dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi seperti sumber air yang tidak mencukupi  dimusim kemarau, pengeturan di bidang ketenaga kerjaan, pengaturan pencemaran lingkungan dan lain-lain.

Peningkatan efisiensi dan efektivitas PKS adalah sangat penting dan perlu terus ditingkatkan. Untuk itu, GAPKI menyelenggarakan Ngobrol Bareng Sesi-6 dengan topik “Peningkatan Efektivitas Dan Efisiensi PKS; Prinsip, Peluang Dan Terobosan” Nara sumber adalah para pakar di bidangnya, yaitu Dr. Muhammad Ansori Nasution, ST., MSc  dari PPKS,  Rediman Silalahi, ST, M.Si, Ketua Bidang Agro Industri GAPKI dari  PTPN Vdan M Ichsan dari PT  Astra Agro Lestari.  Ngobrol Bareng sesi 6 di pandu oleh Direktur Eksekutif GAPKI-Mukti Sarjono di hadiri oleh 240 peserta, terutama dari kalangan anggota GAPKI dan non Anggota, akademisi, instansi pemerintah dan kalangan pemerhati lainnya.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum GAPKI-Joko Supriyono kembali menyampaikan bahwa melalui forum ini, anggota GAPKI dapat berbagi dan meningkatkan pengetahuannya terhadap berbagai aspek di industry sawit.  PKS  merupakan satu rantai proses sangat penting peranannya dalam meningkatkan produktivitas kebun dalam  menghasilkan produksi cpo ton/ha melalui pengurangan losses dalam pengolahan TBS.

Ansori dari PPKS Medan, sebagai pembicara pertama, menyatakan bahwa pada prinsipnya sebuah PKS dibangun agar mampu mengolah habis seluruh TBS yang masuk setiap hari sepanjang tahun, mengekstrak semua minyak dan kernel yang ada dalam TBS dengan kehilangan dan biaya minimal.  Oleh sebab itu PKS harus bebas dari banjir  dan kekeringan dan gangguan alam lainnya, memiliki kapasitas yang memadai dan beroperasi secara efektif dan efisien.  Ekstraksi minyak dan kernel di PKS dilakukan secara fisik sehingga secara proses di PKS hanya ada pemisahan dan pengutipan mulai dari pemisahan TBS yang masuk dari bahan-bahan yang akan mengganggu proses, mengutip  berondolan dari TBS, memisahkan cairan dari padatan di TBS, mengutip minyak dari cairan dan mengutip kernel dari fraksi padat.   Pengutipan dilakukan dalam beberapa tahap untuk meminimalkan losses.   Terkait dengan mitigasi precursor 3MCPDE, PKS perlu mengurangi penggunaan air yang mengandung klorin baik pada pencucian TBS, maupun pada pengenceran crude oil.

Menurut Rediman Silalahi, sebagai pembicara ke dua, menyatakan bahwa  agar PKS dapat beroperasi secara efektif dan efisien, TBS yang dipanen harus secepatnya diolah, double handling dihindari, dan PKS  tanggap terhadap kondisi TBS yang masuk. Pasokan bahan baku TBS perlu diatur agar waktu panen sampai dengan diolah dapat diminimalkan karena makin lama menunggu mutu minyak yang dihasilkan akan turun, double handling perlu dihindari karena dapat menyebabkan pelukaan TBS yang akan menyebabkan kehilangan minyak dan penurunan mutu minyak.  Penyesuaian di PKS seperti di sterilizer, pengisian berondolan ke lori perlu cepat untuk meminimalkan losses. Teknologi yang relatif baru yang diterapkan di PKS antara lain penggunaan Programmable Logic Controller (PLC) untuk otomasi boiler, power house, sterilizer, implementasi shredder prress dan double threshing untuk mengurangi oil loss sedangkan untuk pemeliharaan,  alat2 monitor kondisi peralatan seperti pengukur getaran dan suhu bearing, bagian dalam pipa dan computerized maintenance  management system.

M Ichsan, sebagai pembicara ke tiga,  menyampaikan digitalisasi operasional PKS  yang dilakukan PT Astra AgroLestari mulai dari otomasi grading di truk dan loading  ramp  menggunakan sensor NIR,  digitalisasi tekanan boiler dan back pressure valve, tekanan di sterilizer, suhu crude oil tank dan continuous clarifier tank,  dan pengukuran volume minyak di tanki menggunakan sensor tekanan. Proyek digitalisasi in disebut Mill Excelent Indicator (MELLI).  Selain MELLI dilakukan juga digitalisasi melalui aplikasi mobile dan desktop yaitu Daily Indicator of Astra Agro (DINDA) yang dirancang bagi  asisten yang mencerminkan pencapaian harian asisten dan VEGA untuk memonitor stok dan dispatch CPO harian diseluruh PKS.

Seluruh data digital dan dashboard dari MELLI, DINDA dan VEGA dapat dimonitor oleh Operation Center Astra Agro.  Dengan digitalisasi tersebut, breakdown, stabilitas proses disemua  PKS dapat dimonitor dari kantor pusat dan unit sehingga rencana tindakan penyesuaian dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, pencapaian dari asisten dan stok juga dapat dievaluasi.

Ichsan juga menyampaikan beberapa titik yang patut dipertimbangkan untuk otomasi di mill antara lain di loading ramp dengan system auger untuk muat tbs ke lori, pengaturan valve di sterilizer mengintergrasikan sensor suhu dan tekanan, pengaturan umpan ke thesher menggunakan  limit switch, di stasiun press mengintegrasikan  sensor untuk mengatur umpan, suhu dan tekanan,  di stasiun klarifikasi dengan mengintegrasikan sensor level, suhu dan flowmeter,  di stasiun kernel menggunakan sensor suhu, control valve dan pengering, di stasiun  water treatment mengintegrasikan  sensor level, sensor Ph, flowmeter, serta di stasiun power plant dengan otomasi umpan ke boiler menggunakan sensor suhu, tekanan dan flowmeter.

Menurut Ichsan, PKS perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk menghambat laju kenaikan biaya produksi.  Rediman mengingatkan bahwa koordinasi panen-angkut-olah yang efektif akan dihasilkan cpo maksimal dengan mutu terbaik.

Dalam penutupan acara Wakil Ketua Umum III – Togar Sitanggang menyampaikan bahwa PKS merupakan satu titik penting dalam rantai proses minyak sawit yang menghubungkan sektor kebun dan industri.  Oleh karena itu perbaikan komunikasi dan koordinasi PKS dengan kebun menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas PKS dan kebun dan industri sawit pada umumnya.

EnglishIndonesia