Ketum GAPKI: CPO Bakal Terus Diserap Untuk Ketahanan Energi Nasional

Jakarta – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk kontrak pengiriman November ambles pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2020).

Pada 11.27 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatif Exchange terpangkas 0,82% ke RM 2.659. Data ekspor yang buruk jadi salah satu faktor pemicu turunnya harga minyak nabati unggulan Indonesia dan Malaysia ini.

Data surveyor kargo yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekspor minyak sawit pada periode 1-20 Agustus ini mengalami kontraksi sekitar 18% – 21% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ekspor CPO menjadi pemicu utamanya.

Di tengah terpaan dan ancaman kemungkinan pelemahan permintaan ekspor, salah satu harapan untuk mendongkrak konsumsi minyak nabati ini adalah dengan menggenjot program biodiesel.

Di Indonesia, pelaku industri domestik menyatakan pemerintah harus mendorong peningkatan penggunaan biodiesel untuk menyelematkan industri. Apalagi pemerintah bakal menjadikan biodiesel sebagai tonggak utama energi ke depannya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono optimistis, kebijakan pemerintah terkait biodiesel tersebut akan membuat produksi CPO bakal terus diserap untuk ketahanan energi nasional.

“Road map energi salah satunya bahan bakar nabati yang tentunya gunakan sawit. Pemerintah akan terus ditingkatkan, baik kandungan campuran dan secara teknologi adalah jenisnya,” kata Joko kepada CNBC Indonesia, Minggu (23/8).

Variasi penggunaan biodiesel yang berbahan baku sawit diyakini bakal terus meningkatkan konsumsi. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir Joko menyebut penyerapan sawit dari dalam negeri terus meningkat. Meski di sisi lain, permintaan dari ekspor cenderung menurun.

“Sekarang aja 70% ke ekspor, domestik 30%. Tahun ini ekspor alami pelemahan permintaan. Berkurang eskpor 7% tapi domestik meningkat. Jadi seimbang, ke depan saya liat gitu. Dalam negeri permintaan naik, luar kita liat. Ke depan saya yakin produksi kita meningkat,” jelas Joko.

Di sisi lain, Pemerintah menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan program biodiesel 40% atau B40 yang diproyeksikan bakal banyak menyerap CPO. Sebelumnya, proyek B30 sudah terlaksana. Kebijakan itu akan ditingkatkan lagi ke depannya.

“Ke depan saya targetkan implementasi B30 melalui D100 yang merupakan campuran 40% bahan bakar nabati. Dimana D100 digunakan 10%. Dan dilakukan pada bulan Juli 2021,” sebutnya. TIM RISET CNBC INDONESIA

Sumber: CNBCINDONESIA.COM | Ekspor RI & Malaysia Amburadul, Harga CPO Ambles Lagi

EnglishIndonesia