PERTAMINA: Update Rencana BBM Berbasis Sawit

Jakarta – PT Pertamina (Persero) memiliki rencana untuk memproduksi bahan bakar minyak (BBM) berbahan baku yang ramah lingkungan di masa depan.

VP Strategic Planning Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Prayitno mengatakan, pihaknya akan memodifikasi salah satu unit Kilang Cilacap, Jawa Tengah untuk mengolah 100% minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Dia mengatakan, akan ada dua tahap produksi bahan bakar hijau (green fuel) di sana.

Tahap pertama, akan mengolah minyak sawit setara 3.000 barel per hari (bph) atau sekitar 477 kilo liter (kl) per hari. Lalu fase 2 akan mengolah setara 6.000 bph, yang artinya kapasitas akan meningkat dua kali lipat.

Selain Kilang Cilacap, pihaknya juga akan melakukan hal sama di Kilang Plaju, Sumatera Selatan, namun bukan modifikasi, melainkan membangun baru kilang hijau.

“Kalau di Plaju ini bukan modifikasi, tapi kita rencanakan bangun baru biorefinery, kapasitas 20.000 bph dengan bahan baku CPO. Kalau dari sisi kilo liter per harinya itu sekitar 3.180 (kl),” tuturnya dalam acara ‘Katadata Forum Virtual Series: Peluang Minyak Jelantah Sebagai Alternatif Bahan Baku Biodiesel’, Kamis (07/01/2021).

Dia menjelaskan, Pertamina sudah mulai melakukan uji coba mengolah CPO menjadi green diesel sejak Desember 2014, dengan komposisi minyak sawit sebesar 7,5%. Kemudian, pada Januari 2019 dilakukan kembali uji coba mengolah CPO menjadi green diesel di Kilang Dumai, Riau dan ditingkatkan porsinya menjadi 12,5%. Artinya, 12,5% CPO dicampurkan dengan bahan bakar fosil (fossil fuel) di kilang yang sudah ada.

Lalu, pada Juli 2020 Pertamina sudah bisa mengolah 100% CPO menjadi green diesel di Kilang Dumai.

Prayitno menjelaskan bahwa 100% CPO ini benar-benar tanpa campuran fossil fuel. Produknya kini dikenal dengan D100.

“Tahun 2020 di Juli Alhamdulillah kita bisa mengolah 100% CPO menjadi green diesel. Produknya adalah D100,” ujarnya.

Kemudian, dari sisi produksi bensin hijau (green gasoline), menurutnya Pertamina telah melakukan uji coba di Kilang Plaju. Pertamina menginjeksikan turunan produk minyak sawit (RBDPO) sebesar 15% pada 2019, lalu pada 2020 naik menjadi sebesar 20%.

Uji coba serupa menurutnya juga dilakukan di Kilang Cilacap dan berhasil di tingkat pencampuran sawit sekitar 13%.

“Konsepnya sama, Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO)-nya dicampur dengan fossil fuel, diolah di kilang yang sudah kita punya,” jelasnya.

Sumber: cnbcindonesia.com | Begini Rencana Pertamina Produksi BBM Berbasis Minyak Sawit | Gambar pendukung melalui (Dok. Pertamina)

EnglishIndonesia