Sawit Dihujat Tak Marah & Terus Berjuang! Hidupi 21 Juta Petani Beserta Keluarga

Kemendag menyebut sektor pertanian kelapa sawit mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Bahkan selain itu, komoditas sawit juga mampu menghidupi puluhan juta petani.

Atas dasar itu, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag, Asep Asmara, menolak jika sektor yang satu ini diisukan bermasalah di sektor ketenagakerjaan.

“Industri sawit mampu menyerap 5,3 juta tenaga kerja. Dan juga sumber penghasilan 21 juta petani dan keluarganya,” ujar Asep dalam INAPalmOil Talk Show yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Rabu (31/3).

Data tersebut ia beberkan menyusul isu miring yang dilempar oleh Uni Eropa mengenai kelapa sawit produksi Indonesia. Ia menepis isu miring mengenai bermasalahnya industri sawit dalam negeri dari sisi ketenagakerjaan hingga masalah lingkungan.

“Ini merupakan hal yang sungguh luar biasa. Jadi pihak Uni Eropa yang mengeklaim industri sawit kita dari segi lingkungan dan kesehatan, nyatanya mampu memberikan sumber penghasilan,” sambungnya.

Terlebih lagi, sektor sawit juga menjadi salah satunya yang menopang perekonomian Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Di mana dari total USD 154 miliar total nilai ekspor nonmigas Indonesia, sawit menyumbang sebesar USD 21 miliar atau setara 19 persen.

Asep melanjutkan, Indonesia bersama Malaysia menjadi dua negara produsen dan eksportir terbesar kelapa sawit di dunia. Khusus untuk Crude Palm Oil (CPO) saja, sebesar 56 persen suplai di dunia berasal dari Indonesia.

“Sayangnya kelapa sawit Indonesia sering dapat hambatan berupa kampanye negatif mulai dari isu lingkungan, tenaga kerja hingga kesehatan. Ini merupakan tantangan bagi kita semua memperbaiki citra kelapa sawit Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Kumparan.com | Sawit Serap 5,3 Juta Pekerja, Hidupi 21 Juta Petani Beserta Keluarga | Ilustrasi gambar melalui kontan.co.id

EnglishIndonesia