Pihak Anti Sawit Serang Papua Jadi Sasaran Kampanye Hitam

Jakarta – Sejak beberapa tahun lalu, Papua menjadi salah satu provinsi sentra sawit di Indonesia yang mendapatkan berbagai tuduhan negatif dari LSM dan pihak antisawit. Ketua DPW Apkasindo Papua, Pdt. Albert Yoku, mengatakan bahwa kelapa sawit di Papua berperan memenuhi lima aspek, yakni fungsi ekologi, kehutanan, ekonomi, sosial budaya, dan pemersatu bangsa.

“Banyak LSM di Papua yang bekerja sama dengan Greenpeace, sangat aktif melakukan kampanye agresif terhadap sawit,” ujarnya dalam diskusi webinar “Penguatan Peranan Kelapa Sawit dalam Program Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Bagian Timur”, Senin (12/4/2021).

Untuk menghadapi kampanye negatif tersebut, Yoku sangat aktif melakukan edukasi dalam aspek ekologi dan kehutanan serta bidang lain terkait kelapa sawit kepada masyarakat adat dan pemangku kepentingan yang tidak memahami sawit. Menurutnya, pengembangan masyarakat menjadi bagian penting untuk dikerjakan agar tetua adat tidak salah persepsi terhadap kelapa sawit. Tantangannya, petani sawit di Papua kurang teredukasi dari pelaku bisnis maupun pemerintah, terutama berkaitan dengan manfaat kelapa sawit dan pendampingan kepada petani.

Lebih lanjut dijelaskan Yoku, kebun sawit di Papua tersebar di delapan kabupaten dengan total luas lahan sekitar 600 ribu hektare. Jumlah petani baik plasma, KKPA (Koperasi Kredit Primer Anggota), dan swadaya mencapai 22 ribu orang. Kebun milik PTPN II di Keerom memiliki luas lahan sekitar 6.000 hektare.

“Harapan kami, 22 ribu orang ini menjadi fokus pembangunan di Indonesia Timur. Ada pendampingan dan kemudahan baik pemerintah pusat serta daerah. Orang Papua hidup bukan hanya dari udara, tetapi kami ingin bekerja dari kebun sawit, supaya anak bisa sekolah dan dapat hidup layak. Itu kami butuhkan,” pungkas Albert Yoku.

Sumber: wartaekonomi.co.id | Tokoh Papua: Kelapa Sawit Berperan Penuhi 5 Aspek | Gambar melalui ceposonline.com Pdt. Albert Yoku/Tokoh Papua

EnglishIndonesia