Hati-hati Pilih Benih Sawit, Begini Cara Membedakannya

JAKARTA – Penggunaan benih sawit palsu sudah pasti merugikan, lantaran memerosotkan produktivitas tanaman hingga sekitar 25% sehingga pada gilirannya memangkas pendapatan petani. Produktivitas yang rendah itu akan berlangsung selama siklus usia kelapa sawit, kurang lebih 25 tahun. Tidak ada cara mengatasinya, terkecuali segera mengganti pohon lama dengan bibit baru, setelah produktivitas rendah bisa dikenali dini pada usia 4-5 tahun.

Mengenali benih sawit palsu dengan cara mencermati tingkat pertumbuhan kecambah yang rendah, kurang dari 85%, pertumbuhan benih terhambat, persentase bibit abnormal lebih tinggi, ukuran benih tidak seragam, serta harga benih lebih murah dari harga benih bersertifikasi.

Untuk itu pembeli mesti paham ciri-ciri benih kelapa sawit ilegetim tersebut, berikut ciri-ciri fisik benih sawit palsu, pertama, tempurung benih lebih tipis, lantaran berasal dari pohon Tenera di kebun produktif.

Kedua, permukaan biji kasar dan kotor, disebabkan proses yang sembarangan sehingga masih banyak serabut melekat di biji. Ketiga, cangkang sulit dideteksi, karena belakangan ini benih diambil dari sisa-sisa indukan Dura. Keempat, ranpa merek produsen (cap produsen pada benih sawit). Kelima, pastinya harga lebih murah. Tanpa di lengkapi sertifikat benih. (T2)

Sumber: Infosawit.com | Judul asli: Mengenal Ciri-Ciri Benih Kelapa Sawit Palsu (ilegetim) | Ilustrasi gambar melalui Infosawit.com

EnglishIndonesia