Gunung Agung : Sesuai dari informasi BNPB, 98% kawasan wisatawan hampir dipastikan aman

Beredar kabar bohong tentang kawasan wisata di Bali hancur dan tidak lagi dapat dikunjungi saat Gunung Agung erupsi. Ini membuat ribuan wisatawan mancanegara membatalkan kunjungannya ke Bali.

Menanggapi hal itu Dewa Gede Ngurah Byomantara, Ketua divisi 3 bagian media Bali Tourism Hospitality (BTH), menegaskan hanya dua persennya saja objek wisata yang tidak dapat dikunjungi pasca Gunung Agung naik menjadi status awas.

Bahkan, ditegaskannya bilamana terjadi erupsi. Hanya daerah Pura Besakih dan wisata Tulamben yang dimungkinkan akan kena dampaknya.

“Sesuai dari informasi BNPB, 98 persen kawasan wisatawan masih aman. Hanya 2 persen yang masuk rawan, itu hanya daerah Besakih, Tulamben. Sedangkan tempat wisata lainnya masih aman,” tegas Byomantara di gedung Bali Tourism Board Denpasar, Selasa (10/10).

Tak hanya itu, jika melihat dampak erupsi yang terkena hanya di radius 12 kilometer. Dipastikan dia, objek wisata lain di Karangasem seperti wisata Tirta Gangga dan Candi Dase masuk daerah aman.

“Untuk daerah lain seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur serta wisata bagian Utara seperti lovina yang jaraknya 70 kilometer itu masih jauh dan itu aman buat para wisatawan,” jelasnya.

Menurut dia, menurunnya tingkat wisatawan ke Bali adanya berita hoax melalui media sosial yang memaparkan hal yang tidak benar dengan tujuan menginformasikan dan memberitakan layaknya media resmi.

Sejumlah pemberitaan di media sosial menyampaikan bahwa Gunung Agung sudah erupsi atau jika Gunung Agung meletus efeknya akan mengenai seluruh wilayah Bali bahkan hingga berimbas ke Lombok. Penyebaran hoax ini yang sangat meresahkan wisatawan asing berencana berkunjung ke Indonesia khususnya Bali.

“Untuk itu kami mencoba memberikan informasi yang sebanyak mungkin atau mensosialisasikan agar image Bali tetap baik. Seandainya Gunung Agung erupsi tidak akan menjadi bencana wilayah lain dan hal ini kami juga tekankan pada media asing akan kenyataan yang ada di Bali,” ucapnya.

Menurut Byomantara, situasi terkait Gunung Agung harus selalu disosialisasikan, karena tidak semua kawasan di Bali masuk kawasan berbahaya.

“Apalagi di Kuta, Legian, Nusa Dua, Sanur adalah kantong-kantong besar wisatawan yang hampir 70 persen ada di sana,” ucapnya. [rzk]

Source : Merdeka.com