CPO akan Sentuh US$ 850 Per Ton

NUSA DUA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) akan menembus US$ 800 per ton pada akhir Januari 2018 dan terus bergerak naik menjadi US$ 850 per ton pada Maret 2018. Saat ini, harga CPO di pasar internasional mencapai US$ 727 per ton. Kenaikan harga komoditas perkebunan tersebut di antaranya didorong oleh naiknya harga minyak mentah dan turunnya produksi minyak nabati lain yang berasal dari kedelai, bunga matahari, dan rapa pada tahun depan.

Direktur Godrej International Limited Dorab E Mistry mengungkapkan, harga CPO akan bergerak naik dari US$ 735 menjadi US$ 800 per ton CIF Rotterdam pada Januari 2018. Namun demikian, apabila mempertimbangkan produksi kedelai di Amerika Selatan, tanaman rapa (rapeseed/bunga rapa) di Eropa, serta bunga matahari di Ukraina yang tidak menunjukkan lonjakan pada tahun depan maka harga akan menyentuh US$ 850 per ton pada Maret 2018.

“Juga karena adanya kenaikan permintaan minyak sawit,” kata Misky saat menjadi pembicara di 13th Indonesian Palm Oil Conference and 2018 Price Outlook (IPOC 2017) di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/11).

Mistry menjelaskan, pasokan minyak sawit pada periode 2017-2018 akan naik 4 juta ton, sedangkan pada 2016-2017 ada kenaikan 6,5 juta ton. Secara total, pasokan minyak nabati bakal naik 7 juta ton pada 2017-2018 dan pada 2016-2017 naik 7,1 juta ton. Permintaan minyak sawit pada periode 2016-2017 dan 2017-2018 secara total akan naik 6 juta ton.

“Faktor lain yang mendorong harga CPO adalah kenaikan harga minyak mentah ke level US$ 45-60 per barel, langkah The Federal Reserve melakukan pengetatan dan penaikan suku bunga acuan secara bertahap, serta penguatan dollar AS terhadap mata uang Brasil, Argentina, dan India. Juga tidak ada perang dagang,” papar dia.

Investor Daily | Sabtu/Minggu, 4-5 November 2017