Biodiesel Impor Makin Penting Dalam Memenuhi Kebutuhan Biodiesel Amerika Serikat

Kapasitas produksi biodiesel USA tahun 2017 mencapai 8.7 juta Kl dengan jumlah perusahaan biodiesel 97 pabrik yang tersebar pada hampir seluruh negara bagian. Porsi penggunaan minyak kedelai untuk biodiesel mengalami peningkatan yang cepat yakni dari 0.3 persen meningkat menjadi 27.2 persen dalam periode 2000-2017. Sementara pangsa minyak kedelai dalam bahan baku biodiesel USA mencapai 54.8 persen.

Dalam periode 2007-2016, pertumbuhan konsumsi biodiesel USA meningkat dari 1.3 juta kl meningkat menjadi 7.8 juta kl. Sementara produksi biodiesel USA meiningkat dari 1,8 juta kl menjadi 5,9 juta kl. Peranan biodiesel impor makin penting dalam pemenuhan kebutuhan biodiesel domestik USA. Pangsa biodiesel impor mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir yakni dari sekitar 4 persen (2013) menjadi 33 persen (2016).

PENDAHULUAN

Industri biodiesel bagi Amerika Serikat (USA) bukanlah hal yang baru. Mesin mobil Ford pertama telah menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar. Namun industri biodiesel tidak berkembang akibat energi fosil yang jauh lebih murah tersedia secara internasional. Industri biodisel kembali dikembangkan setelah krisis bahan bakar fosil terjadi secara internasional yang memicu kenaikan harga energi fosil. Selain dengan makin langkanya energi fosil, penggunaan energi fosil juga menghasilkan emisi karbon ke atmosfir bumi yang menyebabkan meningkatnya intensitas efek gas rumah kaca (green house effect) atmosfir bumi sehingga terjadi pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim global (global climate change).

Sehingga untuk memetigasi berlanjutnya pemanasan global, perlu pengurangan konsumsi energi fosil dan secara bertahap menggantikanya dengan biodiesel yang memiliki emisi karbon rendah. Perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa biodiesel impor khsusunya dari Argentina (biodiesel soya) dan Indonesia (biodiesel sawit) makin meningkat ke Amerika Serikat.

Hal ini tampaknya membuat asosiasi biodiesel (National Biodiesel Board, NBB) dan asosiasi minyak kedelai (American Soybean Association, ASA). Amerika Serikat gusar. Asosiasi minyak kedelai USA Melalui pernyataan posisi : Countervailing Duties on Biodiesel Imports yang direlease tanggal 24 Agustus 2017 mengungkapkan bahwa ASA menilai biodiesel impor dari Indonesia dan Argentina adalah dumping dan disubsidi sehingga mengusulkan diberlakukan anti dumping (BMAD) pada akhir Agustus 2017.

Tulisan ini akan mendiskusikan perkembangan mutakhir industri biodiesel Amerika Serikat termasuk peranan biodiesel impor dalam memenuhi kebutuhan domestik.

KAPASITAS DAN BAHAN BAKU INDUSTRI BIODIESEL USA

Saat ini, USA merupakan salah satu dari top five produsen biodiesel dunia (UE, Indonesia, USA, Brazil, Malasya). Menurut data U.S Energy Information Administration/US-EIA (2017) Kapasitas produksi biodiesel USA tahun 2017 mencapai 8.7 juta Kl dengan jumlah perusahaan biodiesel 97 pabrik yang tersebar pada hampir seluruh negara bagian.

Sebagai salah satu produsen minyak kedelai, bahan baku biodisel USA sebagian besar adalah minyak kedelai (biodiesel-soya based). Menurut data USEIA (2017) pangsa minyak kedelai dalam biodiesel USA tahun 2016 (Gambar 1) mencapai 54.8 persen, disusul recycle feed (12.5 persen), minyak jagung (11.7 persen), lemak hewan (10.7 persen) dan minyak kanola (10.3 persen).

Pangsa penggunaan minyak kedelai (dari total produksi minyak kedelai USA) untuk biodiesel mengalami peningkatan yang cepat (USDA, 2017) yakni dari 0.3 persen (2000), menjadi 2.4 persen (2005), 13.7 persen (2010), 24.1 persen (2015), dan 27.2 persen (2017) (Gambar 2).

PRODUKSI, KONSUMSI DAN IMPOR

Perkembangan produksi, konsumsi dan perdagangan internasional biodiesel (B100) USA (USDA, 2017) dalam periode tahun 2001-2016 (Gambar 3) menunjukkan hal-hal yang menarik. Pertama, produksi dan konsumsi biodiesel USA mengalami peningkatan yang cepat khususnya setelah tahun 2006.

Kedua, pada periode 2006-2010 produksi biodiesel USA melampau kebutuhan domestik sehingga secara netto USA menjadi net eksportir biodiesel pada periode tersebut.

Ketiga, Sejak tahun 2013, konsumsi domestik meningkat cepat dan melampaui peningkatan produksi domestiknya, sehingga USA kekurangan biodiesel. Untuk menutup kekurangan ini USA mengimpor biodiesel dari negara lain seperti dari Indonesia (biodiesel sawit) dan Argentina (biodiesel soya). Dan Keempat, pangsa impor biodiesel cenderung meningkat sejak tahun 2013 yakni dari sekitar 14 persen tahun 2013 menjadi 34 persen tahun 2016. Hal ini mencerminkan bahwa ketergantungan USA pada biodiesel impor makin meningkat dalam lima tahun terkahir.

Dengan fakta-fakta industri biodiesel USA tersebut dapat disimpulkan bahwa tuduhan Asosiasi Biodiesel USA bahwa masuknya impor biodiesel mengancam industri biodiesel domestik tidak seluruhnya benar. Produksi biodiesel domestik USA tetap mengalami peningkatan, namun konsumsi domestiknya yang meningkat cepat sehingga sebagian kebutuhan biodiesel dipasok dari impor. Tuduhan NBB tersebut akan benar jika produksi biodiesel domestik USA mengalami penurunan dengan meningkatnya impor biodiesel.

KESIMPULAN

Kapasitas produksi biodiesel USA tahun 2017 mencapai 8.7 juta Kl dengan jumlah perusahaan biodiesel 97 pabrik yang tersebar pada hampir seluruh negara bagian. Porsi penggunaan minyak kedelai (dari total produksi minyak kedelai USA) untuk biodiesel mengalami peningkatan yang cepat yakni dari 0.3 persen (2000) meningkat menjadi 27.2 persen (2017).

Sementara pangsa minyak kedelai dalam bahan baku biodiesel USA mencapai 54.8 persen. Pertumbuhan konsumsi biodiesel USA meningkat dari 1.3 juta kl (2007) meningkat menjadi 7.8 juta kl (2016). Sementara produksi biodiesel USA meiningkat dari 1,8 juta kl menjadi 5,9 juta kl pada periode yang sama. Pangsa biodiesel impor untuk memenuhi kebutuhan domestik USA mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir yakni dari sekitar 4 persen (2013) menjadi 33 persen (2016).

Tim Riset PASPI | Monitor Vol. III. No. 38