Sawit Indonesia Berbagi Berkat ke Masyarakat Dunia

Kebun sawit Indonesia merupakan aset dunia,  tumbuh di Indonesia, namun  manfaatnya dibagi untuk dinikmati seluruh masyarakat dunia

Indonesia patut mensyukuri karena dianugrahi Tuhan Yang Maha Esa berbagai keunggulan yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia memperoleh sinar matahari dengan lama penyinaran 15 jam per hari sepanjang tahun, iklim yang kondusif untuk kehidupan, dan lahan yang relatif subur.

Dengan Berkat dari Tuhan tersebut, tanaman sawit yang di daerah asalnya (Afrika Barat) tidak subur, di Indonesia malah makin subur dan produktif. Tanaman sawit yang kurang produktif di Afrika, menjadi sangat produktif  di Indonesia. Tanaman sawit yang sempat hampir punah di Afrika, di Indonesia berubah  menjadi tanaman yang lestari. Tanaman sawit di Afrika yang belum berguna untuk mengatasi kemiskinan, di Indonesia justru berhasil membawa  jutaan penduduk keluar dari kemiskinan.

Kini Indonesia memiliki sekitar 12 juta hektar kebun sawit dan menghasilkan sekitar 40 juta ton minyak sawit dan sekitar 350 juta ton biomas setiap tahun. Manfaat 12 juta hektar kebun sawit Indonesia tersebut tidak dinikmati sendiri oleh Indonesia, malah sebagian besar dibagi ke seluruh masyarakat dunia.

Pertama, emisi karbon dioksida dari seluruh masyarakat dunia  yang mengotori udara bumi, sekitar 2 milyar ton karbon dioksida  setiap tahun diserap (dibersihkan) oleh kebun sawit Indonesia secara gratis. Kedua, dengan 12 juta hektar sawit Indonesia juga memproduksi sekitar 228 juta ton oksigen setiap tahun dan diberikan gratis  keseluruh masyarakat dunia. Ketiga, minyak sawit yang dihasilkan tersebut (40 juta ton per tahun) sekitar 70 persen dibagikan dan dikirim ke seluruh masyarakat dunia untuk bahan pangan, bahan energi, bahan deterjen, kosmetik dan toiletries, dan lain-lain.

Kedepan, manfaat dari kebun sawit yang dihasilkan dan dibagikan untuk dinikmati masyarakat dunia akan makin besar. Indonesia saat ini memasuki era baru industri minyak sawit. Produktivitas minyak sedang diperjuangkan agar naik dari rataan 4 ton minyak  per hektar saaat ini menjadi 8 ton minyak per hektar.

Dengan kenaikan produktivitas tersebut, akan menyerap karbon dioksida yang makin besar sehingga makin mengurangi sampah karbon dioksida di atmosfir bumi,  menghasilkan oksigen dua kali lipat dari saat ini untuk kehidupan dunia, dan menghasilkan minyak sawit dua kali lipat untuk masyarakat dunia.

Selain itu, melalui hilirisasi minyak sawit, akan dihasilkan ratusan produk dengan berbagai penggunaan  baik sebagai pangan, bioenergi, biofarmaka, biopelumas, biosurfaktan, dan lain lain. Belum lagi pemanfaatan biomas yang hampir 10 kali lipat dari produksi minyak sawit. Dari biomas sawit akan dihasilkan bioplastik, biopremium, biogas, biolistrik dan lain-lain.

Semua itu, pada waktunya secara bertahap akan dibagikan keseluruh masyarakat dunia untuk dinikmati. Kebun sawit Indonesia memang tumbuh di Indonesia, tetapi manfaatnya dinikmati seluruh masyarakat dunia. Kebun sawit Indonesia merupakan aset dunia.

Source : Sawit.or.id