MITOS 2-02 : Perkebunan kelapa sawit dunia lebih luas dari perkebunan minyak nabati lainnya

Perkebunan kelapa sawit dunia lebih luas dari perkebunan minyak nabati lainnya, sehingga produksi minyak sawit dunia lebih tinggi dari minyak nabati lain. (MITOS 2-02)

FAKTA – Luas areal 4 tanaman penghasil minyak nabati utama dunia (kelapa sawit, kedelai, bunga matahari dan rapeseed) pada tahun 2016 adalah sekitar 200,5 juta hektar. Dari luasan tersebut, 61 persen (121 juta hektar) adalah areal kebun kedelai. Sedangkan luas areal perkebunan kelapa sawit hanya 10 persen (Gambar 2.1).

Namun dari segi produksi minyak, dengan areal 121 juta hektar kedelai hanya menghasilkan minyak sebesar 53 juta ton atau hanya 33 persen dari produksi 4 minyak nabati utama dunia. Sebaliknya kelapa sawit dengan area seluas 20 juta hektar mampu menghasilkan minyak sebesar 65 juta ton atau 40 persen dari produksi 4 minyak nabati utama dunia. Besarnya produksi minyak sawit tersebut disebabkan tingginya produktivitas minyak perkebunan kelapa sawit yang jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas minyak tanaman penghasil minyak nabati lainnya (Tabel 2.2).

Produktivitas minyak kelapa sawit per hektar lahan jauh lebih tinggi (8-10 kali lipat) dari produktivitas minyak nabati lainnya. Sehingga, dengan lahan yang lebih sedikit mampu menghasilkan minyak nabati yang lebih besar. Data produktivitas minyak nabati tersebut juga mengungkapkan bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman yang paling efisien memanen energi surya menjadi minyak nabati. Akibat perbedaan produktivitas minyak per hektar tersebut, telah terjadi perubahan pangsa produksi minyak sawit dan minyak kedelai dalam pasar minyak nabati dunia (Gambar 2.2).

Pangsa minyak sawit meningkat dari 22 persen (1965) menjadi 40 persen (2016), sedangkan pangsa minyak kedelai turun dari 59 persen menjadi 33 persen pada periode yang sama. Dengan demikian, cukup jelas bahwa besarnya pangsa minyak sawit dalam produksi minyak nabati dunia bukan karena luas perkebunan kelapa sawit yang lebih luas tetapi karena produktivitas minyak sawit yang lebih tinggi daripada tanaman penghasil minyak nabati lain.

MITOS & FAKTA SAWIT