MITOS 2-04 : Perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan monokultur terluas di dunia

Perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan monokultur terluas di dunia (MITOS 2-04)

FAKTA – Semua komoditas pertanian dunia yang dibudidayakan pada kawasan budidaya pertanian merupakan monokultur. Gandum, jagung, kacang-kacangan, padi dan lain-lain di seluruh negara dibudidayakan secara monokultur. Menurut data USDA (2017), dari 224,28 juta hektar gandum dunia berada di India 30,2 juta hektar, EU 26,9 juta hektar, China 24,3 juta hektar, Russia 26,9 juta hektar, USA 17,7 juta hektar dan Australia 12,9 juta hektar. Sementara dari sekitar 177,45 juta hektar jagung dunia, berada di Amerika Serikat 35 juta hektar, China 36 juta hektar, Brazil 16,4 dan India 9,5 juta hektar.

Sedangkan dari 159 juta hektar padi dunia, berada di India 44,5 juta hektar, China 30,3 juta hektar dan Indonesia 12,1 juta hektar. Untuk tanaman minyak nabati dunia, perkebunan kelapa sawit Indonesia luasnya tahun 2016 sekitar 11,6 juta hektar, lebih kecil daripada kebun kacang kedelai yang dimiliki oleh negara-negara produsen utama minyak kedelai (Gambar 2.3).

Di Amerika Serikat pada tahun 2016, luas kebun kedelai adalah 33,6 juta hektar, sementara di Brazil sekitar 33,8 juta hektar yang berarti tiga kali lebih luas dari kebun sawit Indonesia. Di Argentina luas kebun kedelai adalah 19,5 juta hektar dan di India sekitar 11,4 juta hektar. Dengan demikian, perkebunan kelapa sawit Indonesia bukanlah komoditi monokultur terluas di dunia baik antar jenis komoditi maupun dalam kelompok komoditi tanaman minyak nabati dunia.

Perbandingan dunia luas kebun sawit Indonesia hanya sepertiga luas kebun kacang kedelai Amerika Serikat atau Brazil. Sementara secara nasional (di Indonesia) luas tanaman padi masih lebih luas daripada kebun sawit.

MITOS & FAKTA