GAPKI Daerah : Ajak Media Lawan Kampanye Hitam

Medan – Gabungan Pengusaha Kelapasawit Indonesia (GAPKI), baik pengurus pusat maupun daerah dari seluruh Indonesia menggelar Pra-Musyawarah Nasional (Pramunas) di Hotel JW Marriott Medan mulai tanggal 24-26 Januari 2018.

Salahsatu hal yang dibahas dalam pramunas tersebut adalah melawan black campign atau kampanye hitam terhadap sawit nasional.

“Karena ini perintah yang dihasilkan dari pramunas GAPKI, maka kami mewujudkan perintah itu dengan mengajak media di tempat kami berada untuk menyosialisasikan tentang nilai penting sawit, sekaligus mengaak media untuk bersama-sama melawan kampanye hitam yang dilakukan pihak asing dan dalam negeri yang tidak suka terhadap sawit kita,” ujar John Irwansyah Siregar kepada Medanbisnisdaily.com melalui seluler, Kamis (1/2/2018).

John Irwansyah Siregar adalah Ketua GAPKI Provinsi Bengkulu. Ia dan pengurus GAPKI Bengkulu turut hadir dalam pramunas itu.

Kata pria berdarah Batak ini, untuk mewujudkan perintah Pramunas itu, GAPKI Bengkulu menggalang kerjasama yang resmi kepada Harian Bengkulu Ekspress sebagai salahsatu media terbesar di provinsi tersebut.

Kerjasama dengan salahsatu media terbesar di Bengkulu tersebut, kata John, juga didasarkan atas keputusan rapat kerja cabang (rakercab) yang baru saja mereka lakukan beberapa hari lalu.

John Irwansyah Siregar menyebutkan GAPKI Bengkulu juga menyadari dan melihat ada grand design dari pihak tertentu yang ingin terus menyudutkan sawit Indonesia. Karena itu pihaknya sangat menyadari bahwa black campaign harus dilawan dengan possitive campaign secara simultan.

“Ya harus dilawan kampanye hitam itu, namun dengan cara yang konstruktif, baik melalui media sosial dan media resmi, termasuk bekerjasama dengan media suratkabar seperti yang kami lakukan dengan suratkabar terbesar di Provinsi Bengkulu,” kata petinggi salahsatu perusahaan sawit nasional di Bengkulu ini.

Yang juga menjadi poin penting dalam kerjasama itu, kata John, adalah meningkatkan hubungan baik dengan media maassa di Provinsi Bengkulu agar dapat memberikan berita-berita yang berimbang tentang industri sawit.

Apalagi pihaknya melihat ada tendensi tertentu dari segelintir kelompok yang menyoroti praktek perkelapasawitan di Bengkulu.

John Irwansyah Siregar berharap GAPKI di provinsi lainnya juga melaksanakan perintah pramunas GAPKI agar mau bekerjasama yang saling menguntungkan dengan media massa.

“Karena itu, maka dalam hal ini setelah rakercab kami melanjutkannya dengan kunjungan ke suratkabar yang kami sebutkan tadi dan melakukan penandatanganan Nota Kesapahaman antara kami dan media tersebut,” tegas John Irwansyah Siregar.

Source : Medanbisnisdaily.com