MITOS 3-03 : Industri minyak sawit Indonesia hanya mengekspor bahan mentah

Industri minyak sawit Indonesia hanya mengekspor bahan mentah. (MITOS 3-03)

FAKTA – Industri minyak sawit Indonesia meski memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial, pada dasarnya baru memperoleh momentum percepatan perkembangan sejak tahun 2000 pasca reformasi 1998. Dari segi waktu, perkembangan industri minyak sawit di Indonesia berbeda dengan industri minyak sawit Malaysia yang telah lebih dahulu berkembang. Apalagi bila dibandingkan dengan industri minyak nabati Eropa atau Amerika Serikat yang telah berkembang sejak 100 tahun yang lalu.

Dalam lima belas tahun terakhir industri minyak sawit Indonesia telah mengalami lompatan perkembangan bukan hanya pada luas areal tetapi juga pada industrialisasi (hilirisasi). Industrialisasi minyak sawit Indonesia tercermin dari perubahan komposisi produk minyak sawit yang di ekspor (Tabel 3.3).

Produk minyak sawit yang di ekspor Indonesia sampai tahun 2011 memang masih didominasi oleh minyak sawit mentah (CPO). Namun, setelah tahun 2011 mengalami perubahan dimana minyak sawit olahan sudah melampaui volume ekspor minyak sawit mentah. Dengan demikian industri minyak sawit Indonesia telah beralih dari pengekspor minyak sawit mentah kepada minyak sawit olahan. Tentu saja peluang untuk memperdalam hilirisasi sawit (lebih hilir dari yang dicapai saat ini) masih terbuka luas ke depan.

MITOS & FAKTA