GAPKI bersama PWI Bersinergi Melawan Kampanye Hitam Sawit

Padang – Ternyata, informasi berbau fitnah alias hoax tak hanya terjadi di dunia politik. Sektor bisnis pun acapkali terkontaminasi hoax. Perlu libatkan wartawan untuk melawannya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, mengakui, berita fitnah atau hoax, banyak menyerang dunia persawitan tanah air.

Alhasil, seluruh stakeholder kelapa sawit di  Indonesia, perlu kompak untuk melawannya. Termasuk insan pers yang menjadi ujung tombaknya. “Kita harus ingat, kampanye negatif sawit itu merupakan perang dagang yang dibuat oleh negara produsen minyak nabati dunia. Jangan sampai berita hoax membunuh industri strategis tanah air,” kata Joko dalam rilis kepada media di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Berangkat dari pemahaman ini, GAPKI bersama Persatuan Wartawan Indonesia menandatangani MoU untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan dan juga warganet di Indonesia. Untuk menangkal berita-berita atau informasi yang tak memiliki fakta atau bukti yang kuat alias hoax. 

Komitmen lanjutan antara GAPKI dengan PWI ini diselenggarakan bertepatan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/2/2018). Hadir dalam acara ini, Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri dari Kabinet Kerja. “Terima kasih atas dukungan usaha perkelapasawitan kepada dunia pers Indonesia,” kata Margiono, Ketua Umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia).

Masih kata Margiono yang juga calon bupati Tulungagung, Jawa Timur itu, Presiden Joko Widodo cukup memberikan atensi terhadap potensi ekspor komoditas khas Indonesia, yakni kelapa sawit. Di mana, porsi ekspornya masih bisa digenjot lebih tinggi.

“Belum lama ini, media-media memuat sikap Presiden yang ingin ekspor lebih ditingkatkan. Apalagi, potensi ekonomi Indonesia memang luar biasa,” kata pendiri Harian Nasional Rakyat Merdeka, anak usaha Jawa Pos Grup itu.

Gayung bersambut, Joko membenarkan bahwa potensi ekspor sawit Indonesia, masih bisa dikerek naik. “Potensi Indonesia memang sangat besar. Salah satunya kelapa sawit yang merupakan komoditas yang sangat strategis di Indonesia,” papar Joko.

ia bilang, nilai ekspor minyak sawit  Indonesia pada 2017, mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan catatan GAPKI, nilainya mencapai US$22,97 miliar. Atau naik 26% dibandingkan 2016 sebesar US$ 18,22 miliar. “Melonjaknya ekspor menyebabkan nilai sumbangan devisa minyak sawit ikut meningkat,” kata Joko yang hobi nonton Wayang Kulit itu.

Seia menambahkan, Joko mengeluhkan masih maraknya kampanye hitam (black campaign) tentang kelapa sawit Indonesia. “Rekan-rekan pers dapat memainkan peran dengan mengungkap fakta-fakta obyektif bahwa kelapa sawit selain bermanfaat secara ekonomi juga komit terhadap penegakkan isu-isu sustainability,” pungkas Joko. [tar]

Source : Warta.sumedang.info