MITOS 3-04 : Industri Sawit Indonesia tak penting, sebab hasilkan devisa yang lebih kecil dibandingkan industri lainnya

Devisa yang dihasilkan industri minyak sawit Indonesia relatif kecil dibandingkan industri-industri ekspor Indonesia lainnya. Sehingga ekspor minyak sawit Indonesia tidak terlalu penting bagi perekonomian nasional. (MITOS 3-04)

FAKTA – Devisa negara merupakan suatu ekspor netto yakni nilai ekspor dikurang dengan nilai impornya. Suatu industri ekspor meskipun menyumbang nilai ekspor yang besar, apabila nilai impornya juga besar maka secara netto akan menghasilkan devisa yang kecil bahkan dapat menjadi defisit devisa.

Dalam perekonomian Indonesia, sektor non migas (termasuk didalamnya industri minyak sawit) merupakan sektor andalan untuk menghasilkan devisa negara. Selama periode 2008-2016 (Tabel 3.4) nilai ekspor netto sektor non migas mengalami fluktuasi tetapi secara netto masih surplus.

Jika nilai eskpor non migas dipisahkan antara ekspor minyak sawit dan non minyak sawit akan terlihat bahwa nilai netto ekspor minyak sawit secara konsisten mengalami surplus dengan kecenderungan yang meningkat. Sebaliknya nilai netto ekspor di luar minyak sawit cenderung menurun dari surplus menjadi defisit. Secara total nilai netto ekspor non migas masih mengalami surplus yang disumbang oleh ekspor minyak sawit.

Data tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit merupakan komponen penting dan penyelamat neraca perdagangan non migas Indonesia. Tanpa ekspor minyak sawit neraca perdagangan Indonesia akan mengalami defisit (negatif devisa).

MITOS & FAKTA