Rekor Devisa Sawit Indonesia Terbaru Capai Rp 300 Triliun

Tahun 2017 lalu, industri sawit  Indonesia mencatat rekor baru dalam penyumbang devisa negara. Industri strategis nasional tersebut tahun 2017 menyumbang devisa sebesar USD 23 miliar  atau naik 26 persen dari tahun 2016. Rekor baru industri sawit tersebut makin mengukuhkan dirinya sebagai industri penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian Indonesia.

Devisa industri sawit tersebut, juga menyumbang pada penyehatan neraca perdagangan RI. Sebagaimana laporan BPS Januari 2018, total ekspor nasional tahun 2017 bernilai USD 168.7 milyar, yang terdiri atas ekspor Migas hanya USD 15.3 milyar, dan ekspor non Migas (termasuk eskpor sawit)  USD 152.9 milyar.  Sementara itu, nilai total impor mencapai USD 156.9 milyar yakni impor non migas USD 132.6 milyar dan impor Migas USD 24.3 milyar. Sehingga secara keseluruhan neraca perdagangan RI tahun 2017 menikmati surplus sekitar USD 11.8 milyar. Dengan  devisa sawit sebesar USD 23 milyar, sangat jelas surplus neraca perdagangan RI tersebut adalah kontribusi devisa sawit.

Menarik untuk ditelaah lebih lanjut neraca perdagangan Migas dan Non Migas tersebut. Sepanjang tahun 2017. neraca perdagangan Migas mengalami defisit (minus)  sebesar USD – 8.9 milyar. Sebaliknya neraca perdagangan Non Migas mengalami surplus sebesar USD 20,4 milyar. Lagi-lagi surplus neraca perdagangan non migas tersebut seluruhnya disumbang oleh devisa sawit.

Devisa sawit juga menutup sebagian defisit Migas melalui penggunaan biodiesel sawit sebagai pengganti solar impor di dalam negeri. Penghematan devisa impor migas akibat penggantian biodiesel sawit diperkirakan mencapai USD 2 milyar. Artinya, jika tidak ada penggantian solar impor oleh biodiesel sawit didalam negeri (program mandatori biodiesel B-20)  defisit Migaa tahun 2017 lalu akan lebih  besar yakni minus USD 11 milyar.

Mari kita rawat dan lindungi industri sawit Indonesia. Jika tidak ada industri sawit nasional, neraca perdagangan RI pasti defisit besar. Kita jaga dari gerakan anti sawit dari negara-negara Barat dan menggunakan tangan-tangan orang Indonesia sendiri di Indonesia. Saat ini ada tekanan yang kuat dari gerakan anti sawit tersebut kepada Presdien RI untuk mengeluarkan inpres moratorium sawit.  WASPADA !

Source : Sawit.or.id