Minyak Sawit Merah (RPO) Pada Roti : Membuatnya Menjadi Kaya Antioksidan

Roti biasanya dibuat dari tepung terigu yang tinggi Glikemik Indeks (GI) untuk meningkatkan glukosa atau gula darah. Belum lagi minyak atau mentega yang digunakan bisa berdampak tak baik bagi tubuh.

Hal inilah yang mendasari tim peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Sri Anna Marliyati dan Asriyanti Apriliani melakukan suatu penelitian untuk mengembangkan produk roti manis dengan memanfaatkan red palm oil (RPO) atau minyak sawit merah.

Red palm oil (RPO) merupakan salah satu jenis minyak nabati. Penggunaan RPO pada roti manis berguna untuk menggantikan sumber lemak seperti mentega, margarin dan butter. Salah satu keuntungan menggunakan RPO untuk produk roti manis adalah tidak adanya kandungan asam lemak trans.

Apabila lemak trans dikonsumsi, maka akan dapat meningkatkan kolesterol di dalam tubuh. “Kami mencoba untuk mendapatkan formula terbaik dari produk roti manis dengan mengggunakan mentega dari RPO. Keunggulan roti ini adalah tidak mengandung asam lemak trans sehingga tidak meningkatkan kolesterol dalam tubuh manusia,” ujar Sri Anna dalam keterangannya, Kamis (22/2).

RPO mengandung antioksidan, vitamin, dan asam lemak esensial yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Vitamin yang terkandung dalam RPO antara lain vitamin A dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah efek kerusakan oksidasi pada jaringan tubuh.

RPO memiliki warna merah-orange karena mengandung karotenoid yang tinggi. Bahan ini dapat digunakan sebagai alternatif sumber beta karoten dan memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Salah satu keunggulan beta karoten yang terdapat pada RPO yaitu diserap lebih efisien oleh usus halus dibandingkan dengan pangan sumber beta karoten lainnya.

Perlu diingat, RPO yang tinggi kandungan beta karoten tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai minyak goreng. Sebab, dapat menghilangkan kandungan beta karoten di dalamnya. Oleh sebab itu, RPO dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan substitusi untuk produk pangan yang berbasis minyak atau lemak. Salah satu produk pangan yang disukai masyarakat dan dapat disubstitusi oleh RPO yaitu roti.

Terdapat tiga formula roti manis yang diuji yaitu F1 (20 persen margarin dan 80 persen RPO), F2 (10 persen margarin dan 90 persen RPO), dan F3 (0 persen margarin dan 100 persen RPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yaitu formula F3 yang menggunakan 100 persen RPO. Hasil analisis pada roti manis yang terpilih adalah kadar protein 5,85 gram, kadar karbohidrat 52,51 gram, kadar lemak 12,24 gram, kadar air 28,23 gram, kadar abu 1,17 gram, kadar beta karoten 27,11 ppm/100 gram bahan dan kapasitas antioksidan 369,55 mg/100 gram.

Energi yang terkandung dalam roti manis yang terpilih sebesar 344 Kkal per 100 gram. Satu takaran saji produk roti manis (58 gram) dapat menyumbang kontribusi sebesar 9 persen energi, 11 persen lemak, 6 persen protein, 9 persen karbohidrat dan 44 persen vitamin A dari kebutuhan sehari.

“Dengan demikian, melalui penelitian ini dapat dihasilkan produk pangan alternatif yang kaya akan antioksidan dan baik untuk meningkatkan asupan vitamin A khususnya beta karoten,” tutup Sri Anna. (ika/JPC)

Source : Jawapos.com