Indonesian Crude Palm Oil Index (ICPOI) : Indonesia Miliki Harga Acuan CPO

JAKARTA – Indonesia sebagai produsen sekaligus eksportir minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil terbesar dunia mampu memiliki harga acuan komoditas sendiri.

Momentum itu terwujud melalui peresmian Indonesian Crude Palm Oil Index (ICPOI) oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) pada Kamis (12/4).

Direktur Utama PT Indeks Komoditas Indonesia (IKI) Maydin Sipayung selaku pengelola harga acuan CPO menuturkan bahwa Indonesia sudah selayaknya memiliki harga acuan sendiri, mengingat prospek pasar minyak nabati itu berpotensi terus naik pada masa mendatang.

“Harga acuan CPO ini mendorong ketidakbergantungan kita pada harga acuan luar negeri,” ujar Maydin dalam acara peluncuran ICPOI di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Selama ini, industri CPO Indonesia berkiblat ke bursa luar negeri, seperti Rotterdam dan Malaysia. Padahal, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), kontribusi Indonesia terhadap pasar CPO global sangat tinggi.

Produksi CPO pada 2017 tercatat telah menyumbang hingga 58,72% atau 38,17 juta ton dari output global sebanyak 65 juta ton. Adapun, jumlah ekspor CPO mencapai 31,5 juta ton atau berkontribusi 81,34% dari total produksi.

“ICPOI ini mendorong daya tawar dalam negeri untuk mampu berkompetisi di pasar global ,” tegas Maydin.

Pembentukan harga acuan CPO tersebut diharapkan dapat memberi kemudahan bagi pelaku usaha CPO dalam menentukan harga. Sementara itu, bagi pemerintah dapat digunakan sebagai dasar penentuan jumlah royalti dan pajak yang dibayarkan oleh pelaku pasar.

PT. IKI sejak 2006 berpengalaman dalam mengelola harga acuan batu bara (HBA) dengan nama Indonesian Coal Index (ICI). Kini, IKI bekerja sama dengan Gapki optimistis bahwa pembentukan indeks CPO Indonesia akan mendorong pertumbuhan pasar minyak sawit mentah, baik secara domestik maupun global.

Source : Market.bisnis.com