MITOS 5-05 : Perkebunan kelapa sawit tidak berperan dalam menurunkan pengangguran di pedesaan

Perkebunan kelapa sawit tidak berperan dalam menurunkan pengangguran di pedesaan. (MITOS 5-05)

FAKTA – Perkembangan perkebunan kelapa sawit baik oleh perusahaan swasta, BUMN maupun UKM (petani, supplier) menciptakan kesempatan kerja baru di kawasan pedesaan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (2015), jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan perkebunan kelapa sawit meningkat dari 718 ribu orang (2000) menjadi 3,4 juta orang (2016).

Dengan demikian (Tabel 5.1) jumlah tenaga kerja yang terserap secara langsung adalah sekitar 2 juta orang tahun 2000 meningkat menjadi sekitar 7,8 juta orang tahun 2016.

Diperkirakan tenaga kerja pedesaan yang terserap pada perkebunan kelapa sawit masih akan meningkat dengan makin intensifnya dan makin bertambahnya luas kebun sawit. Kesempatan kerja juga tercipta di luar perkebunan kelapa sawit akibat efek tak langsung dan efek induksi konsumsi dari pertumbuhan perkebunan kelapa sawit.

Sektor-sektor pedesaan (Tabel 5.2) yang meningkat penyerapan tenaga kerjanya akibat peningkatan produksi minyak sawit antara lain jasa pertanian, perdagangan, restoran, hotel dan lain-lain.

Berdasarkan data tersebut di atas, jelas perkebunan kelapa sawit sangat besar peranannya baik langsung maupun tidak langsung dalam menurunkan tingkat pengangguran di pedesaan.

Mitos & Fakta (MITOS 5-05)