MITOS 6-05 : Penduduk Indonesia hasilkan emisi GHG yang lebih besar dari penduduk negara lain

Penduduk Indonesia menghasilkan emisi GHG yang lebih besar dari penduduk negara lain. (MITOS 6-05)

FAKTA – Berdasarkan data IEA (2016), menunjukkan (Tabel 6.2) bahwa penduduk Indonesia bukan kontributor emisi GHG terbesar dibandingkan dengan penduduk negara lain. Bahkan, emisi penduduk Indonesia tergolong terendah di dunia.

Negara yang emisi per kapita (per orang) lima besar tertinggi adalah Qatar, Kuwait, Luxemburg, Saudi Arabia dan USA yang emisi per kapita di atas 16 ton CO2. Emisi per kapita penduduk Indonesia tergolong rendah yakni 1,7 ton CO2 hanya sekitar seper sepuluh dari emisi penduduk Amerika Serikat. Bahkan, emisi per kapita penduduk Indonesia masih jauh lebih rendah dari emisi rata-rata penduduk dunia, di bawah rata-rata penduduk Eropa dan di bawah rata-rata penduduk OECD maupun Non OECD.

Berdasarkan data-data tersebut, untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan lebih lanjut dan mencegah masyarakat dunia dari berbagai bentuk dampak perubahan iklim, maka setiap orang penduduk yang emisinya lebih tinggi dari Indonesia seperti Qatar, Kuwait, Luxemburg, Saudi Arabia, USA, Negaranegara Eropa, China, Singapura dan seterusnya harus diturunkan.

Masalahnya memang menurunkan emisi berarti menurunkan kemewahan/kesejahteraan. Maukah rakyat di negara-negara pengemisi tertinggi tersebut menurunkan kemewahannya? Jika tidak bersedia, jangan mencari “kambing hitam” atau mengalihkan masalah pemanasan global/perubahan iklim global ke rakyat negara lain yang lebih rendah emisinya seperti rakyat Indonesia.

Mitos & Fakta (MITOS 6-05)