MITOS 6-09 : Sawit Penyebab Hutan Indonesia jadi dibawah Porsi Syarat Minimum Ekologis

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah mengakibatkan porsi hutan di Indonesia lebih rendah dari syarat minimum ekologis sebagaimana dengan negara lain. (MITOS 6-09)

FAKTA – Berdasarkan data-data kehutanan internasional (FAO, 2013) menunjukkan bahwa porsi hutan Indonesia masih jauh lebih baik dari negara lain maupun dari syarat ekologis (Tabel 6.5).

Secara umum syarat minimum ekologis porsi hutan dari luas daratan sebagaimana juga diadopsi dalam UU No. 41/1999 tentang Kehutanan dan UU No. 20/2007 tentang Penataan Ruang adalah minimum 30 persen. Porsi luas hutan di Indonesia tahun 2013 masih sekitar 52 persen dari luas daratan. Dari luas hutan Indonesia tersebut sekitar 50 persen merupakan hutan primer (virgin forest).

Porsi hutan Indonesia tersebut masih lebih baik dari porsi hutan di India, China dan negara-negara Eropa. Bahkan juga lebih baik dari hutan di USA. Baik dari segi porsi hutan dari luas daratan maupun kualitas hutan yakni porsi hutan primer.

Berdasarkan data tersebut, adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan data bahwa porsi hutan di Indonesia sudah di bawah ambang batas ekologis. Sebaliknya hutan di Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi hutan di negara-negara besar maupun negara maju.

Mitos & Fakta Sawit (MITOS 6-09)